BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Terus Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS

Penulis: Wan Rizal  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 20:39:31 WIB
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen untuk menahan pelemahan rupiah.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang kian dalam. Dalam RDG mingguan yang digelar Selasa, BI menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,50 persen. Suku bunga Deposit Facility ikut naik ke 4,50 persen, sementara Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Pelemahan Rupiah Makin Dalam, BI Pilih Naikkan Imbal Hasil

Keputusan ini diambil setelah BI mengevaluasi perkembangan nilai tukar sejak RDG bulanan pada 19-20 Mei 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan rupiah menunjukkan pelemahan yang lebih buruk dari perkiraan awal.

"Selain gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia," kata Perry dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.

Menurut Perry, kenaikan suku bunga ini juga bertujuan meningkatkan imbal hasil agar aliran masuk investasi portfolio asing kembali deras. Langkah ini dinilai perlu untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan memastikan sasaran inflasi 2026-2027 tetap tercapai.

Rupiah Sudah Tembus Rp18.188, Terlemah dalam Beberapa Pekan

Pada perdagangan Senin sore, rupiah ditutup melemah 152 poin atau 0,84 persen ke level Rp18.188 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp18.036. Sementara pada Selasa pagi, kurs pembukaan masih bertahan di Rp18.134 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah disebut berasal dari dua sisi: eksternal berupa ketidakpastian global yang masih tinggi, dan internal berupa permintaan valas yang besar dari korporasi dan importir.

BI Rate Naik Lagi, Ini Dampaknya ke Ekonomi Daerah

Kenaikan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen merupakan yang terbaru dari rangkaian pengetatan moneter. Sejalan dengan Undang-Undang, BI menggelar RDG mingguan setiap Selasa untuk mengevaluasi bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG bulanan.

Bagi daerah seperti Jambi, kenaikan suku bunga acuan biasanya berdampak pada kenaikan bunga kredit perbankan. Hal ini berpotensi menekan sektor UMKM dan konsumsi rumah tangga yang masih mengandalkan pinjaman bank. Namun di sisi lain, kebijakan ini diharapkan bisa menahan laju inflasi yang kerap dipicu oleh harga barang impor akibat pelemahan rupiah.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top