PLN Tebar 160 Paket Daging Kurban ke Pedalaman Meratus, Warga Baru Rasakan Sembelih Kurban Pertama dalam 33 Tahun

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Senin, 08 Juni 2026 | 20:01:01 WIB
YBM PLN salurkan 160 paket daging kurban ke pedalaman Meratus setelah 33 tahun.

JAMBI — Perjalanan menuju Dusun Pabaan tidak mudah. Dari Kota Barabai, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, jaraknya mencapai 17 kilometer melalui medan pegunungan. Namun, keterpencilan itu tidak menyurutkan semangat YBM PLN untuk hadir membawa kebahagiaan Idul Adha 1447 H.

"Sejak tahun 1993 belum pernah ada kegiatan seperti ini di lingkungan masjid kami. Kehadiran YBM PLN membawa kebahagiaan bagi warga," ujar Imat, salah seorang warga, dengan mata berkaca-kaca.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan program ini merupakan penyaluran amanah zakat, infak, dan sedekah dari insan PLN. "Kami ingin semangat berbagi dapat dirasakan secara luas, termasuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah jauh dari pusat kota," katanya dalam keterangan tertulis di Banjarbaru.

Suasana Idul Adha yang Lebih Hangat di Pegunungan

Penyembelihan dan pembagian daging kurban berlangsung di Masjid Darul Munawwarah. Warga yang mayoritas petani dan buruh tani menyambut antusias. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan simbol kebersamaan yang telah lama hilang.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YBM PLN. Semoga membawa keberkahan bagi para donatur dan seluruh pegawai PLN," tutur Hamdanah, seorang warga paruh baya.

Program Tebar Berkah Daging (TBD) ini dirancang khusus untuk menjangkau wilayah terpencil yang kerap terlewat dari perhatian. Dengan 160 paket daging yang disalurkan, PLN berharap nilai kepedulian dan kebersamaan Idul Adha benar-benar terasa hingga ke pelosok.

Harapan Berkah yang Berkelanjutan

YBM PLN UID Kalselteng berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa di masa mendatang. Keberhasilan menjangkau Dusun Pabaan menjadi bukti bahwa amanah zakat dan sedekah dari pegawai PLN dapat memberikan dampak nyata, bahkan di titik paling terpencil sekalipun.

Bagi warga Pegunungan Meratus, momen ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Setelah 33 tahun, daging kurban akhirnya kembali membawa kehangatan di tengah dinginnya pegunungan.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top