JAMBI — Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Siginjai Sakti Wira Bhakti yang digelar di Mapolda Jambi, Senin (8/6/2026), menjadi ajang diskusi mengenai transformasi digital di tubuh institusi. Acara yang dihadiri oleh pejabat utama Bidang Humas serta diikuti virtual oleh para Kasi Humas Polres se-Provinsi Jambi ini menghadirkan Kadis Kominfo sebagai narasumber utama.
Ariansyah memaparkan bahwa teknologi AI kini sudah lazim digunakan dalam aktivitas kehumasan. Mulai dari pemantauan isu media secara otomatis, analisis sentimen publik, penyusunan draf konten, hingga pemetaan tren percakapan masyarakat di ruang digital.
“AI meningkatkan efisiensi kerja humas, khususnya dalam pengolahan data dan analisis informasi berskala besar,” ujarnya di hadapan peserta rapat.
Meski menawarkan kemudahan, Ariansyah menegaskan bahwa teknologi ini memiliki batasan yang jelas. Ia menekankan bahwa setiap keputusan strategis, proses verifikasi informasi, dan publikasi akhir harus tetap berada di bawah kendali sumber daya manusia yang kompeten.
“Penggunaan AI tetap memiliki batasan. Setiap keputusan strategis, proses verifikasi informasi, dan publikasi akhir harus tetap berada di bawah kendali sumber daya manusia yang kompeten,” tegasnya.
Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Publik kini lebih menyukai konten visual dan video pendek, serta cenderung aktif merespons informasi secara instan. Kondisi ini, menurut Ariansyah, menuntut institusi pemerintah untuk lebih responsif dan transparan.
Ia juga memprediksi bahwa disinformasi, misinformasi, malinformasi, hingga teknologi deepfake akan menjadi isu utama di ruang digital pada tahun depan. Untuk menghadapinya, humas diminta menerapkan strategi manajemen media yang terstruktur, mulai dari monitoring, pemetaan isu, membangun relasi media, hingga evaluasi berkala.
Lebih jauh, Ariansyah menekankan peran strategis komunikasi publik dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui narasi yang efektif, pemerintah dapat menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang diterima masyarakat, serta capaian pembangunan yang telah diwujudkan.
“Narasi pembangunan berfungsi untuk menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang diperoleh masyarakat, dampak strategis yang dihasilkan, serta capaian nyata yang telah diraih pemerintah,” pungkasnya.