Kadis Kominfo Jambi Peringatkan Ancaman Deepfake dan Disinformasi di Rakernis Humas Polda, Minta Verifikasi Tetap di Tangan Manusia

Penulis: Tengku Syafri  •  Senin, 08 Juni 2026 | 16:24:01 WIB
Kadis Kominfo Jambi mengingatkan pentingnya verifikasi manusia dalam menghadapi ancaman deepfake dan disinformasi.

JAMBI — Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Siginjai Sakti Wira Bhakti yang digelar di Mapolda Jambi, Senin (8/6/2026), menjadi ajang diskusi mengenai transformasi digital di tubuh institusi. Acara yang dihadiri oleh pejabat utama Bidang Humas serta diikuti virtual oleh para Kasi Humas Polres se-Provinsi Jambi ini menghadirkan Kadis Kominfo sebagai narasumber utama.

Apa Saja Manfaat AI untuk Humas Kepolisian?

Ariansyah memaparkan bahwa teknologi AI kini sudah lazim digunakan dalam aktivitas kehumasan. Mulai dari pemantauan isu media secara otomatis, analisis sentimen publik, penyusunan draf konten, hingga pemetaan tren percakapan masyarakat di ruang digital.

“AI meningkatkan efisiensi kerja humas, khususnya dalam pengolahan data dan analisis informasi berskala besar,” ujarnya di hadapan peserta rapat.

Mengapa Manusia Tetap Tak Bisa Digantikan?

Meski menawarkan kemudahan, Ariansyah menegaskan bahwa teknologi ini memiliki batasan yang jelas. Ia menekankan bahwa setiap keputusan strategis, proses verifikasi informasi, dan publikasi akhir harus tetap berada di bawah kendali sumber daya manusia yang kompeten.

“Penggunaan AI tetap memiliki batasan. Setiap keputusan strategis, proses verifikasi informasi, dan publikasi akhir harus tetap berada di bawah kendali sumber daya manusia yang kompeten,” tegasnya.

Ancaman Digital yang Mengintai pada 2026

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Publik kini lebih menyukai konten visual dan video pendek, serta cenderung aktif merespons informasi secara instan. Kondisi ini, menurut Ariansyah, menuntut institusi pemerintah untuk lebih responsif dan transparan.

Ia juga memprediksi bahwa disinformasi, misinformasi, malinformasi, hingga teknologi deepfake akan menjadi isu utama di ruang digital pada tahun depan. Untuk menghadapinya, humas diminta menerapkan strategi manajemen media yang terstruktur, mulai dari monitoring, pemetaan isu, membangun relasi media, hingga evaluasi berkala.

Komunikasi Publik sebagai Pilar Pembangunan

Lebih jauh, Ariansyah menekankan peran strategis komunikasi publik dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui narasi yang efektif, pemerintah dapat menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang diterima masyarakat, serta capaian pembangunan yang telah diwujudkan.

“Narasi pembangunan berfungsi untuk menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang diperoleh masyarakat, dampak strategis yang dihasilkan, serta capaian nyata yang telah diraih pemerintah,” pungkasnya.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top