Peringatan Hari Lahir Pancasila di Merangin, Bupati M. Syukur Soroti Disiplin ASN dan Ancaman Teknologi bagi Generasi Muda

Penulis: Tengku Syafri  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:39:39 WIB
Bupati M. Syukur memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Merangin.

MERANGIN — Bupati Merangin, M. Syukur, mengingatkan para ASN bahwa jabatan yang diemban adalah amanah yang tidak bisa diukur semata-mata dari materi. Pesan ini ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati, Senin (01/06/2026). Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat struktural, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan pelajar dan organisasi masyarakat.

Disiplin Waktu dan Kualitas Kerja ASN Disorot

Dalam pidatonya, Bupati M. Syukur memberikan perhatian khusus pada etos kerja para abdi negara. Ia menekankan bahwa disiplin bukan sekadar soal hadir tepat waktu, melainkan juga komitmen menyelesaikan tugas tanpa menunda-nunda. "Disiplin waktu itu krusial, mulai dari hadir dan pulang sesuai jadwal, hingga menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa menunda-nunda," tegasnya.

Bupati juga meminta para pejabat eselon II, III, dan IV untuk bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, dedikasi seorang pelayan publik harus lebih dari sekadar orientasi finansial. "Saya berharap seluruh ASN yang memiliki jabatan untuk bersyukur karena telah diberi amanah. Tidak semua pekerjaan itu dinilai dari uangnya," lanjut M. Syukur.

Gotong Royong dan Ancaman Teknologi bagi Pemuda

Kepada masyarakat luas, Bupati mengajak seluruh elemen untuk terus merawat kebersamaan dan menjadikan keberagaman suku, agama, dan budaya sebagai modal pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa perbedaan yang ada tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. "Perbedaan jangan sampai memecah belah. Justru keberagaman itulah kekuatan besar kita untuk membangun Kabupaten Merangin yang maju, mandiri, dan sejahtera," ujarnya.

Pesan khusus juga ditujukan kepada generasi muda Merangin. Bupati mengingatkan agar mereka tidak hanyut dalam kemajuan teknologi tanpa pegangan moral. Ia meminta para pemuda untuk terus mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi karakter. "Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai," pungkasnya.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: pariwarajambi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top