MUARA BUNGO — Wali Kota Jambi Maulana memastikan seluruh tenaga guru honorer di wilayahnya akan beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Komitmen ini menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan dan kepastian karier para pendidik.
Pernyataan tersebut disampaikan Maulana usai mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah tingkat Provinsi Jambi di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Senin (4/5/2026). Selain fokus pada sumber daya manusia, Pemkot Jambi juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur melalui revitalisasi sekolah secara menyeluruh.
Maulana menjelaskan bahwa pengangkatan PPPK merupakan langkah konkret untuk meningkatkan taraf hidup tenaga pendidik. Ia menilai peran guru sangat krusial dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan menuntut profesionalisme tinggi.
"Kami melihat dunia pendidikan terus berkembang. Khusus di Kota Jambi, kami mengangkat seluruh tenaga guru menjadi PPPK. Ini bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Maulana.
Selain penguatan status kepegawaian, Pemkot Jambi aktif melakukan koordinasi intensif dengan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan. Langkah ini bertujuan mempercepat perbaikan fasilitas sekolah di bawah kewenangan pemerintah kota agar proses belajar mengajar lebih optimal.
Momentum Hardiknas 2026 juga diarahkan pada penguatan sistem digitalisasi dalam kelas. Maulana mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman agar kualitas pendidikan di Kota Jambi terus kompetitif.
"Mudah-mudahan di momentum Hari Pendidikan ini semangat memajukan pendidikan di Kota Jambi terus terjaga, salah satunya melalui pembelajaran melalui digitalisasi," sebut Maulana optimis.
Meski mendorong digitalisasi, ia memberikan perhatian khusus terhadap tantangan karakter generasi muda. Maulana mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai upaya membentengi moralitas siswa.
"Ini hal paling penting. Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun," tegas Maulana.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi bagi talenta lokal. Salah satu siswi terbaik asal Kota Jambi, Bilqis Sakinah, menerima penghargaan atas prestasinya di level nasional.
Siswi SMK Negeri 4 Kota Jambi tersebut berhasil meraih juara dalam Lomba Tata Kecantikan yang digelar di Yogyakarta, belum lama ini. Capaian ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi di Kota Jambi mampu melahirkan talenta unggul yang diakui secara nasional.
Pemerintah Kota Jambi kini tengah menyiapkan regulasi teknis untuk mengimplementasikan kebijakan pembatasan akses digital bagi anak-anak. Langkah ini diharapkan mampu menyelamatkan identitas budaya bangsa di tengah gempuran informasi global yang tak terbendung.