JAMBI — Instruksi disampaikan Sutan Adil Hendra, yang akrab disapa SAH, kepada jajaran kader Gerindra di Provinsi Jambi. Ia menilai komunikasi publik membutuhkan penyampaian informasi yang efektif, berimbang, dan bertanggung jawab. Pandangan itu terbentuk dari pengalamannya di dunia usaha dan insan pers.
SAH menjabat Ketua Penasihat Kadin Provinsi Jambi dan Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi. Ia juga dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi.
Akun yang Diminta Diikuti Kader
Dalam instruksinya, SAH meminta kader mengikuti sejumlah akun Instagram resmi pemerintah dan partai. Akun-akun itu antara lain @prabowo, @gerindra, @tumgrd, @sufmi_dasco, @sugiono_56, @kemenko_pmk, @prasetyo_hadi28, @massesneg, @bakom.ri, dan @akarrumputgrd.
Kader diminta membagikan unggahan terkait program dan pencapaian pemerintah melalui akun media sosial masing-masing. Langkah itu disebut sebagai bentuk partisipasi kader dalam memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Menurut SAH, kader perlu membantu publik memperoleh informasi mengenai kinerja pemerintah secara utuh. Sebab, informasi yang tersebar di ruang digital kerap tidak lengkap dan mudah dipelintir.
Respons Kampanye Negatif: Data, Bukan Provokasi
SAH menegaskan bahwa merespons kampanye negatif harus dilakukan dengan bijak. Kader dilarang menggunakan provokasi, ujaran kasar, maupun serangan personal.
Ia meminta kader mengedepankan data dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan itu dinilai lebih efektif menjaga kredibilitas partai sekaligus meredam ketegangan di ruang digital.
"Tujuan kita penerangan, bukan peperangan. Kita hadir untuk memberikan penjelasan, menyampaikan fakta, dan membantu masyarakat memahami capaian pemerintah dengan bahasa yang baik dan santun," kata SAH dalam pesan tertulisnya.
Soliditas Kader dan Ruang Digital yang Sehat
SAH berharap kader Gerindra Jambi terus menjaga soliditas partai. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Dengan komunikasi positif dan berbasis fakta, penyampaian informasi soal kinerja pemerintah diharapkan menjangkau lebih banyak warga Jambi. Ruang digital pun diharapkan tetap sehat dan demokratis.