JAMBI — Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal Tuban menjalankan program Kang Ebit: SIMPEL di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Program ini memadukan pertanian berkelanjutan dengan pengolahan limbah menjadi briket, asap cair, dan biochar. Dampaknya, omzet 25 petani naik 76 persen dari Rp850 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan.
Desa Kapu, Tuban — Sebanyak 25 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Boro Tani Makmur menggarap lahan 3,5 hektare dengan dua sumur bor yang sebelumnya terbengkalai. Lewat program Kang Ebit: SIMPEL, sumur itu dihidupkan kembali dengan irigasi tetes, irigasi komunal, dan sistem fertigasi. Hasilnya, frekuensi panen naik dari 1–2 kali menjadi 3–4 kali per tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, menilai program ini menyinergikan pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Menurut dia, pemanfaatan limbah pertanian tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menekan risiko pencemaran lingkungan.
Limbah Panen Jadi Asap Cair hingga Briket
Sebanyak 205 ton limbah pertanian diolah menjadi produk bernilai guna. Teknologi pembakaran tertutup dengan sistem kondensasi memproduksi asap cair untuk pestisida organik dan biochar sebagai pupuk organik. Langkah ini menurunkan emisi gas rumah kaca 44,3 ton CO? ekuivalen per tahun.
Pengolahan limbah juga menghasilkan briket, dengan produksi yang didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemanfaatan energi bersih itu menekan emisi 5,9 ton CO? ekuivalen per tahun dan menghemat biaya listrik hingga Rp6,8 juta per tahun. Omzet produksi briket pun melesat 114 persen, dari Rp336 juta pada 2025 menjadi Rp720 juta per tahun pada 2026.
Petani Rasakan Manfaat Langsung
Fuel Terminal Manager Tuban, Aan Nurochman, menyebut integrasi pertanian produktif dan pengolahan limbah bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lingkungan lebih bersih. "Integrasi pertanian produktif dan pengolahan limbah diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih," ujar Aan.
Manfaat itu dirasakan langsung oleh warga Desa Kapu. Ibnu Fajar, generasi penerus local hero program, menyebut produktivitas pertanian meningkat dan limbah hasil panen yang sebelumnya tak termanfaatkan kini punya nilai ekonomi.
"Melalui program Kang Ebit: SIMPEL, kami merasakan manfaat nyata bagi masyarakat. Produktivitas pertanian meningkat, sementara limbah hasil panen yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini memiliki nilai ekonomi," ujar Ibnu.
Bagian dari Komitmen Tanggung Jawab Sosial
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pendekatannya berbasis potensi lokal untuk mendorong kemandirian masyarakat.
"Melalui Kang Ebit: SIMPEL, kami berkomitmen mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujar Ahad.
Bagi Pertamina Patra Niaga, Kang Ebit: SIMPEL menjadi contoh bagaimana operasi fuel terminal bisa merangkul warga sekitar. Program ini menyatukan tiga agenda sekaligus: kenaikan pendapatan petani, pengurangan emisi, dan pengelolaan limbah yang lebih tertata di Kabupaten Tuban.