Pencarian

Eks Mendag Lutfi Tuding Singapura Tekan MSCI agar IHSG Jatuh, Klaim Tanpa Bukti

Selasa, 20 Oktober 2026 • 10:06:01 WIB
Eks Mendag Lutfi Tuding Singapura Tekan MSCI agar IHSG Jatuh, Klaim Tanpa Bukti
Mantan Mendag Muhammad Lutfi menyampaikan tuduhan terhadap Singapura melalui unggahan di akun Instagram resminya.

JAMBI — Muhammad Lutfi menuding Singapura lewat Temasek dan GIC berada di balik upaya menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia di MSCI. Mantan Menteri Perdagangan dua era kepresidenan itu menilai tekanan tersebut bertujuan memicu kepanikan agar investor asing bisa masuk kembali dengan harga murah. Klaim Lutfi belum disertai bukti independen dan tidak terkonfirmasi dalam pengumuman resmi MSCI.

Muhammad Lutfi menyampaikan tuduhan tersebut melalui unggahan reels di akun Instagram resminya @m.lutfi. Dalam video itu, ia mempertanyakan motif di balik dorongan perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Lutfi bukan nama baru di kursi Menteri Perdagangan. Ia menjabat pada 14 Februari-20 Oktober 2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lalu kembali memimpin kementerian yang sama pada 23 Desember 2020-15 Juni 2022 di era Presiden Joko Widodo.

Dugaan di Balik Ancaman Standalone Market

Menurut Lutfi, perubahan klasifikasi pasar berpotensi menekan harga saham Indonesia. Ia menduga situasi itu sengaja diciptakan agar investor asing yang sudah keluar bisa kembali membeli saham pada level lebih rendah.

Ia menyoroti peran perusahaan investasi milik Singapura, Temasek dan GIC, yang disebutnya punya pengaruh besar terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, Lutfi tidak menyertakan bukti independen yang mengonfirmasi dugaan tekanan dari kedua lembaga tersebut.

"Lalu, kenapa Singapura lewat institusi raksasa mereka seperti Temasek dan GIC yang punya pengaruh besar di MSCI begitu ngotot menekan Indonesia?" kata Lutfi dalam unggahan tersebut.

Lutfi juga mengklaim mendapat informasi soal seorang petinggi GIC bernama Rachel Goh yang disebutnya menekan MSCI agar menurunkan status pasar modal Indonesia. Klaim itu belum terverifikasi secara independen.

Alasan Lutfi Sebut Bursa Tak Hancur Saat Asing Keluar

Lutfi menuturkan dana institusi asing sudah keluar sekitar 80 persen dari pasar Indonesia. Meski begitu, bursa dinilainya tidak runtuh karena harga saham tidak turun cukup dalam.

"Dana-dana institusi asing ini sudah keluar sekitar 80 persen dari pasar Indonesia. Masalahnya, waktu mereka keluar, bursa kita tidak hancur. Karena harganya tidak turun, mereka tidak bisa masuk lagi buat beli murah," ujarnya.

Dari sisi pandangan Lutfi, kondisi itu menjelaskan mengapa tekanan terhadap klasifikasi pasar terus berlanjut. Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk membela pemerintah, melainkan untuk kepentingan Indonesia.

"Jadi, buat bangsa Indonesia, jangan mau kita diadu-adu, dibuat minder oleh negara tetangga. Ini soal siapa memegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus kompak, kita harus patriotik. Kita jaga harga diri bangsa kita sendiri," kata Lutfi.

Kronologi Konsultasi MSCI dan Jadwal Keputusan

MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia pada 15 Oktober 2026. Keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Lembaga penyedia indeks global itu menyatakan langkah tersebut didasari masukan pelaku pasar. Masukan mencakup ketidakjelasan struktur kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta dampak reformasi pasar modal yang belum terlihat konsisten.

Tidak ada bukti dalam pengumuman MSCI yang mengonfirmasi tuduhan Lutfi soal keterlibatan Singapura. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Temasek, GIC, maupun MSCI atas pernyataan mantan menteri tersebut.

Bagi investor, status konsultasi MSCI menjadi sinyal yang perlu dicermati. Perubahan klasifikasi ke standalone market berpotensi mengubah bobot alokasi dana asing di pasar saham Indonesia, meski keputusan baru akan diambil pada 2027.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks