JAMBI — Kimi Antonelli berpeluang mengunci gelar juara dunia Formula 1 2026 pada GP Amerika Serikat di Austin akhir pekan ini. Pebalap Mercedes itu memimpin klasemen dengan 340 poin, unggul 102 poin atas George Russell dan 111 poin atas Lewis Hamilton.
Antonelli memuncaki klasemen pebalap F1 2026 setelah 17 balapan, dengan hanya enam seri tersisa. Posisi itu membuatnya berada di ambang titel juara dunia termuda sepanjang sejarah Formula 1.
Skenario Gelar: Menang di Austin, Russell dan Hamilton Terpuruk
Antonelli bisa memastikan gelar jika memenangi balapan di Austin pada Senin (26/10) pukul 03.00 WIB. Syaratnya, Russell finis kesembilan atau lebih buruk, dan Hamilton finis kelima atau lebih buruk.
Jika skenario itu terwujud, Antonelli otomatis menjadi juara dunia terlepas dari hasil di lima balapan sisa. Perhitungan poin membuat selisihnya tak mungkin dikejar para pesaing.
Dominasi Delapan Kemenangan Sepanjang Musim
Sepanjang musim 2026, Antonelli sudah mengoleksi delapan kemenangan. Jumlah itu jauh melampaui Russell dengan tiga kemenangan, Lando Norris dan Max Verstappen masing-masing dua, serta Hamilton dan Charles Leclerc yang baru satu.
- Kimi Antonelli: 8 kemenangan
- George Russell: 3 kemenangan
- Lando Norris: 2 kemenangan
- Max Verstappen: 2 kemenangan
- Lewis Hamilton: 1 kemenangan
- Charles Leclerc: 1 kemenangan
Toto Wolff Redam Tekanan di Sekitar Antonelli
Principal Mercedes Toto Wolff memilih mendinginkan situasi. Ia tak ingin tim mendesak Antonelli untuk segera mengamankan gelar di Austin.
"Jika kalian melihat angka-angkanya, lalu kali bertanya pada AI, 'Berapa persentase peluang dia (Antonelli) untuk menang? Mungkin hampir 100 persen, namun ini balapan mobil. Anda bisa mengalami kerusakan, kecelakaan, dan keadaannya bisa menjadi penuh tekanan," ujar Wolff kepada Sky Sports, dikutip Crash.
Wolff menegaskan pendekatan Mercedes adalah menjalani balapan satu per satu. Fokusnya mengumpulkan poin sebanyak mungkin, bukan memaksakan gelar lebih cepat.
"Jadi, menurut saya, kita perlu fokus menjalaninya dari satu balapan ke balapan lain, memastikan agar terus mengumpulkan poin, dan pada akhirnya, semoga saja, kemenangan itu akan berpihak padanya," tegas Wolff.
Enam Balapan Sisa Jadi Penentuan
Dengan 340 poin dari 17 balapan, Antonelli berada di jalur kuat menuju titel. Namun Mercedes memilih tak menambah beban di pundak pebalap muda Italia itu.
GP Amerika Serikat di Austin menjadi kesempatan pertama Antonelli menyegel gelar. Jika gagal, lima balapan berikutnya masih menyisakan peluang baginya untuk menutup musim sebagai juara dunia termuda F1.