Pencarian

Al Haris Kerahkan 146 Personel Gabungan Lewat Jalur Udara, Kebakaran TN Berbak dan Sembilang Jadi Prioritas

Minggu, 18 Oktober 2026 • 21:03:38 WIB
Al Haris Kerahkan 146 Personel Gabungan Lewat Jalur Udara, Kebakaran TN Berbak dan Sembilang Jadi Prioritas

JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris mengerahkan 146 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan Manggala Agni untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang.

Pengerahan personel tersebut dilakukan melalui jalur udara dari Posko Udara Ex VIP Room Bandara Lama, Minggu (18/10/2026). Langkah ini diambil menyusul kendala yang dihadapi petugas saat melakukan pemadaman melalui jalur darat, terutama akibat medan yang sulit dijangkau.

Gubernur Al Haris mengatakan, dukungan transportasi udara menjadi langkah strategis untuk mempercepat mobilisasi personel menuju titik-titik kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.

Sebelum melepas tim gabungan, Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI atas dukungan pesawat untuk membantu mobilisasi personel dalam operasi pemadaman.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Panglima TNI yang telah mengirimkan pesawat untuk digunakan oleh tim satgas. Ada beberapa titik di kawasan taman nasional yang perlu segera kita tangani pemadamannya,” ujar Al Haris.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan karhutla melalui dukungan udara.

Personel gabungan juga telah dipersiapkan bersama Korem dan Polda Jambi. Persiapan tersebut mencakup penentuan titik pendaratan helikopter serta penyediaan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman.

Medan Sulit, Jalur Udara Jadi Andalan

Al Haris menegaskan, penyelamatan kawasan taman nasional menjadi prioritas karena hutan memiliki peran penting sebagai penyangga lingkungan, penyerap karbon, sekaligus habitat berbagai jenis satwa.

Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya mengancam kelestarian ekosistem, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap masyarakat yang tinggal dan berkebun di sekitar kawasan hutan.

“Ini hutan negara yang harus kita selamatkan. Hutan merupakan paru-paru kita bersama, termasuk habitat berbagai satwa yang harus kita lindungi. Kita berharap pengerahan satgas ini dapat mempercepat pemadaman api,” tegasnya.

Ia meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta mematuhi arahan pimpinan di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga dinilai penting agar operasi berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan petugas.

Meski kondisi karhutla di Jambi dinilai relatif terkendali, Al Haris mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah selama musim kemarau. Pemerintah Provinsi Jambi tetap memperkuat kesiapsiagaan melalui delapan posko penanganan karhutla dengan dukungan hampir 4.000 personel.

146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan

Berdasarkan data penanganan karhutla, sebanyak 146 personel disiapkan untuk mendukung operasi di tiga pos, yakni Pos Sungai Aur Tahura di Kabupaten Muaro Jambi, Pos Sungai Rengas, dan Pos Labuhan Pering.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 personel ditempatkan di Pos Sungai Aur Tahura, 37 personel di Pos Sungai Rengas, dan 40 personel di Pos Labuhan Pering.

Dukungan udara turut disiapkan untuk mempercepat pergerakan personel ke lokasi kebakaran. Pada Pos Sungai Aur Tahura dan Pos Sungai Rengas, masing-masing disiapkan 30 personel udara dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas. Sementara itu, Pos Labuhan Pering mendapat dukungan 30 personel TNI melalui jalur udara.

Pengerahan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Kapolda Tekankan Sinergi dan Keselamatan Petugas

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla.

Ia meminta setiap tim memastikan kesiapan personel dan kondisi lapangan sebelum menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan pemadaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga oleh koordinasi yang baik antarlembaga.

Kapolda juga mendorong keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran dalam upaya penanganan, dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan mengikuti arahan petugas.

“Kita harus kompak karena ini tanggung jawab bersama. Apabila ada masyarakat di sekitar lokasi, ajak mereka untuk ikut berperan dalam upaya mengatasi kebakaran. Dengan sinergi yang baik, penanganan akan lebih efektif,” ujarnya.

Melalui operasi gabungan ini, Pemerintah Provinsi Jambi bersama TNI, Polri, dan unsur terkait berharap kebakaran di kawasan taman nasional dapat segera dikendalikan. Upaya tersebut ditujukan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan, melindungi habitat satwa, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di kawasan hutan maupun lahan perkebunan.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks