JAMBI — Sumur eksplorasi ABB-147 atau ABB-A5 di area Abab Southwest, Zona 4 Pertamina, mengeluarkan gas 10,54 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) dan kondensat 195 barel per hari dalam uji produksi awal. Hasil ini membuka peluang pengembangan potensi hidrokarbon di Formasi Talangakar, sekaligus menambah harapan pasokan gas nasional.
Uji produksi berlangsung empat jam, dari pukul 08.00 hingga 12.00, pada lapisan TAF-B1 di kedalaman 1.786–1.788,5 meter terukur (mMD). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut pengujian juga mencatat produksi bruto 201,4 barel per hari dengan kandungan air 3 persen.
Akumulasi produksi kondensat selama enam jam tercatat 29,9 barel. Angka-angka itu menjadi dasar awal untuk menilai karakteristik sumur sebelum penetapan laju produksi optimum.
Sumur Step-Out di Formasi Talangakar
Sumur ABB-147/ABB-A5 dibor sebagai sumur step-out di area Abab Southwest pada Formasi Talangakar. Metode pengeboran memakai konsep structural play, dengan perangkap hidrokarbon berupa four-way dip closure pada reservoir batuan klastik.
Posisi sumur yang berada di luar pola pengembangan eksisting membuat hasil uji ini penting. Keberhasilan di luar area terbukti menjadi indikasi bahwa lapisan produktif di Formasi Talangakar masih menyimpan cadangan yang belum terpetakan.
"Hasil uji produksi awal berhasil membuktikan laju produksi gas awal mencapai 10.54 MMSCFD dan kondensat sebesar 195 BCPD," kata Djoko dalam keterangannya, Minggu (18/10).
Evaluasi Bean Performance Jadi Langkah Berikut
Tahap selanjutnya adalah evaluasi kinerja bean (bean performance) untuk menentukan laju produksi optimum. Evaluasi ini menetapkan tingkat produksi paling ideal berdasarkan karakteristik sumur dan kemampuan reservoir.
Penentuan laju optimum krusial agar sumur tidak diproduksi berlebihan yang bisa menurunkan tekanan reservoir lebih cepat. Hasil evaluasi juga akan memengaruhi rencana pengembangan lapangan di sekitar Abab Southwest.
Bagi SKK Migas, temuan di sumur ini menjadi tambahan potensi produksi migas nasional. Pemerintah sedang mengejar target produksi gas untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk pasokan ke pembangkit listrik dan industri.
Arti Penting bagi Pasokan Gas Nasional
Abab Southwest berada di Zona 4 Pertamina, wilayah kerja yang selama ini menjadi salah satu penyumbang produksi migas Tanah Air. Kehadiran sumur baru di area itu memperpanjang umur produktif lapangan di sekitarnya.
Namun, hasil uji empat jam belum bisa disamakan dengan produksi jangka panjang. Diperlukan uji lanjutan dan studi kelayakan sebelum sumur masuk tahap pengembangan penuh dan masuk hitungan produksi siap jual.
Jika evaluasi bean performance mengonfirmasi laju stabil, sumur ini bisa menjadi kandidat pengembangan yang menambah pasokan gas ke jaringan pipa dan fasilitas pemrosesan terdekat. Bagi investor hulu migas, hasil ini menjadi sinyal bahwa eksplorasi di Formasi Talangakar masih layak dikejar.
Keberhasilan uji produksi ABB-A5 melengkapi rangkaian temuan gas di wilayah kerja Pertamina, meski besaran cadangan resmi belum diumumkan. Angka 10,54 MMSCFD dan 195 BCPD menjadi patokan awal untuk menilai potensi komersial sebelum keputusan investasi pengembangan diambil.