JAKARTA — ICDX mencatat total pengguna perdagangan emas digital di Indonesia mencapai 19,2 juta orang. Dari angka itu, 36 persen merupakan Generasi Milenial dan 32 persen Generasi Z, atau setara 68 persen bila digabung. Sisanya berasal dari kelompok generasi lain.
Dominasi generasi muda itu tidak lepas dari kemudahan akses, fleksibilitas transaksi, dan kesesuaian dengan pola hidup berbasis teknologi. Investasi emas yang dulu identik dengan pembelian fisik kini bergeser ke platform digital yang bisa diakses lewat ponsel.
Mengapa Gen Z dan Milenial Jadi Motor Pasar Emas Digital
Head of Business Unit Commodity ICDX, Zulfal Faradis, menilai komposisi pengguna tersebut memperlihatkan besarnya potensi generasi muda dalam mendorong pertumbuhan perdagangan emas digital. Menurutnya, kelompok demografi ini berpeluang menjadi penggerak utama pasar pada masa mendatang.
"Komposisi pengguna tersebut menunjukkan bahwa generasi muda, dalam hal ini Gen Z dan Milenial, semakin terbuka terhadap layanan investasi emas berbasis digital. Kelompok demografi ini tentunya akan menjadi potensi pasar yang besar dalam pengembangan emas digital," ujarnya.
Zulfal menjelaskan, jumlah Generasi Z dan Milenial secara keseluruhan mencapai hampir separuh populasi Indonesia. Kedua generasi itu juga mulai memasuki usia produktif, memiliki pekerjaan, dan memperoleh penghasilan sendiri.
"Dengan jumlah yang hampir 50 persen dari total penduduk Indonesia, Generasi Z dan Generasi Milenial menjadi faktor kunci dalam pengembangan pasar fisik emas digital ini. Selain itu, gaya hidup mereka yang serba digital serta posisi generasi ini yang sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri, emas digital akan menjadi instrumen investasi jangka panjang yang sesuai dengan gaya hidupnya," jelas Zulfal.
Gen Z Kelompok Penduduk Terbesar, 75,3 Juta Jiwa
Berdasarkan data kependudukan Semester I 2026, Generasi Z menjadi kelompok demografi terbesar dengan jumlah 75.369.876 jiwa atau 25,98 persen dari total penduduk Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Generasi Milenial dengan 68.535.021 jiwa atau 23,62 persen.
Generasi X tercatat 55.511.699 jiwa atau 19,13 persen, disusul Generasi Alpha 55.417.832 jiwa atau 19,10 persen. Kelompok Baby Boomers, Generasi Beta, dan Silent Generation melengkapi komposisi penduduk dengan proporsi masing-masing di bawah 10 persen.
Dalam pengelompokan itu, Generasi Milenial adalah penduduk yang lahir pada 1981–1996 dengan usia sekitar 30–45 tahun. Adapun Generasi Z lahir pada 1997–2012 dengan rentang usia sekitar 13–29 tahun.
Literasi Investasi Jadi PR Berikutnya
Pertumbuhan pengguna emas digital dinilai perlu diimbangi penguatan literasi keuangan dan pemahaman mekanisme perdagangan komoditas. ICDX menekankan edukasi penting agar masyarakat tidak hanya tertarik karena kemudahan teknologi, tetapi juga memahami cara transaksi, sistem penyimpanan aset, dan risiko yang mungkin timbul.
"Dengan potensi besar dari Gen Z dan Milenial ini, tantangan berikutnya adalah perlunya penguatan literasi yang lebih komprehensif. Dengan literasi ini tentunya agar generasi tersebut memahami mekanisme transaksi, penyimpanan aset serta risiko investasi. Ke depan, kami memproyeksikan pengguna emas digital dari kelompok Generasi Z dan Milenial ini akan terus meningkat," ungkap Zulfal.
Penguatan literasi diharapkan membuat pertumbuhan pasar emas digital tidak hanya ditopang lonjakan jumlah pengguna, tetapi juga pemahaman memadai terhadap karakteristik instrumen investasi yang dipilih. Besarnya populasi kedua generasi tersebut, ditambah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, menjadi peluang bagi industri perdagangan emas untuk memperluas jangkauan pasar.