JAMBI — BYD resmi memperkenalkan teknologi FLASH Charging di Indonesia bersama dua model DENZA, New D9 dan Z9 GT, dengan klaim pengisian baterai dari 10% ke 97% hanya dalam 9 menit. Stasiun pengisian berdaya hingga 1.500 kW ini sudah tersedia di 10 lokasi kota besar dan ditargetkan menembus 100 titik hingga akhir 2026.
Teknologi pengisian daya super cepat BYD diperkenalkan di Jakarta pada 14 Oktober 2026, bersamaan dengan peluncuran dua mobil listrik DENZA untuk pasar Indonesia. Klaim utamanya: baterai terisi dari 10% ke 70% dalam 5 menit, lalu mencapai 97% hanya dalam 9 menit melalui satu konektor berdaya hingga 1.500 kW.
Angka tersebut menempatkan waktu pengisian setara dengan menyeduh kopi atau mendengarkan satu lagu. Namun, kecepatan itu tidak hanya bergantung pada charger berdaya besar.
Bagaimana Flash Charging Bekerja
BYD menyiapkan sistem penyimpanan energi khusus di stasiun pengisian. Sistem ini menampung listrik sebelum disalurkan ke mobil, sehingga kebutuhan daya tinggi bisa dipenuhi tanpa membebani jaringan listrik secara langsung. Saat proses pengisian berlangsung, sistem tersebut juga berfungsi sebagai penguat daya.
Di sisi kendaraan, teknologi ini bekerja bersama Blade Battery generasi kedua. Baterai tersebut memakai sistem transportasi ion bernama FlashPass yang mengoptimalkan perpindahan ion lithium melalui katoda, elektrolit, dan anoda. Resistansi internal yang lebih rendah membantu menekan panas yang muncul selama pengisian cepat.
BYD mengklaim Blade Battery generasi kedua memiliki kepadatan energi lebih dari 5% lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Ketahanan terhadap degradasi baterai juga meningkat 2,5%. Peningkatan kepadatan energi ini mendukung jarak tempuh lebih dari 1.000 km berdasarkan pengujian CLTC di Tiongkok, meski hasil aktual bergantung pada model mobil dan kondisi pemakaian.
Uji Keamanan Baterai
BYD menguji baterai ini melalui sejumlah skenario ekstrem. Dalam uji tusuk paku yang dilakukan bersamaan dengan FLASH Charging, baterai tidak mengalami thermal runaway, tidak mengeluarkan asap, dan tidak terbakar, bahkan setelah melewati 500 siklus pengisian cepat.
Pengujian lain melibatkan korsleting paksa pada empat sel baterai secara bersamaan. Paket baterai tidak mengalami thermal runaway, kebakaran, maupun ledakan. Baterai ini juga lolos uji benturan dari bagian bawah dengan energi 1.500 joule, yang diklaim setara 10 kali energi yang dipersyaratkan dalam standar pengujian Tiongkok, tanpa terbakar atau meledak.
Model yang Mendukung
DENZA New D9 dan DENZA Z9 GT menjadi dua model yang diperkenalkan bersama teknologi FLASH Charging di Indonesia. DENZA Z9 GT diklaim punya jarak tempuh hingga 701 km berdasarkan standar NEDC. BYD juga menyebut M6 dan Atto 2 yang bakal dirilis turut mendukung teknologi pengisian cepat ini.
Ketersediaan model menjadi faktor penentu seberapa cepat teknologi ini menyentuh konsumen ritel. Dua model DENZA menyasar segmen premium, sementara M6 dan Atto 2 berada di kelas yang lebih terjangkau.
Jaringan Stasiun Pengisian
Stasiun pengisian BYD Flash Charging saat ini sudah ada di 10 lokasi di kota besar Indonesia. BYD menargetkan pemasangan hingga 100 titik hingga akhir tahun 2026.
Perluasan jaringan menjadi kunci adopsi teknologi ini. Tanpa ketersediaan charger berdaya tinggi di luar kota besar, pengisian 9 menit hanya relevan untuk pengguna di wilayah tertentu.
Jika charger berdaya tinggi tersedia luas, waktu tunggu saat mengisi mobil listrik bisa jauh berkurang. Bagi pelaku bisnis digital dan investor yang memantau ekosistem kendaraan listrik, kecepatan rollout infrastruktur ini akan menentukan seberapa cepat teknologi pengisian super cepat menjadi standar baru di pasar Indonesia.