Pencarian

Kabut Asap Makin Pekat, Massa Nyaris Jebol Gerbang DPRD Jambi Desak Al Haris Temui Pendemo

Jumat, 09 Oktober 2026 • 00:36:12 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, Massa Nyaris Jebol Gerbang DPRD Jambi Desak Al Haris Temui Pendemo

JAMBI — Aksi demonstrasi mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat di depan Gerbang DPRD Provinsi Jambi, Kamis (8/10/2026), memanas. Massa mendesak Gubernur Jambi Al Haris datang menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut menyebabkan kabut asap semakin pekat.

Situasi memanas setelah massa tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Gedung DPRD Provinsi Jambi oleh pihak kepolisian. Massa kemudian mendesak agar akses masuk dibuka dan meminta Gubernur Jambi hadir menemui mereka.

Desakan tersebut sempat diwarnai aksi dorong-dorongan. Massa bahkan berupaya mendorong pintu gerbang hingga nyaris jebol.

“Izinkan kami masuk, suruh Gubernur Al Haris datang untuk menemui kami,” teriak massa saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD.

Dalam orasinya, massa menilai pemerintah provinsi harus memberikan penjelasan terkait kondisi kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat.

“Sudah tiga bulan kita menanggung ini (kabut asap), kami minta supaya Al Haris datang menemui kami,” ujar salah seorang peserta aksi.

Selain menuntut pertanggungjawaban pemerintah daerah terkait penanganan karhutla, massa juga mempertanyakan penggunaan anggaran sekitar Rp30 miliar yang disebut digelontorkan pemerintah pusat untuk penanganan karhutla di Jambi.

Mereka juga mendesak agar pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut serta memproses korporasi yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.

Dalam aksi tersebut, massa turut membawa sejumlah poster bergambar Gubernur Jambi Al Haris sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah dalam menghadapi persoalan karhutla.

Aksi ini juga disebut berkaitan dengan video Al Haris saat memantau kondisi karhutla melalui jalur udara menggunakan helikopter. Sikap Al Haris dalam rekaman tersebut menjadi sorotan massa karena dinilai tidak menggambarkan keresahan masyarakat yang terdampak kabut asap.

Sementara itu, massa masih bertahan di sekitar Gerbang DPRD Provinsi Jambi. Mereka tetap mendesak agar Al Haris datang dan memberikan penjelasan secara langsung.

Kabut asap sendiri dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat, terutama terkait gangguan kesehatan seperti sesak napas, iritasi mata, hingga mual.

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi sebelumnya mencatat luas area yang terdampak karhutla di Jambi mencapai sekitar 36 ribu hektare.

Menanggapi tuntutan massa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan Al Haris belum dapat menemui pendemo karena masih dalam perjalanan kembali ke Jambi dari Kabupaten Merangin.

“Kami berada di Merangin siang tadi, ada penyerahan bantuan pendidikan Pro Cerdas SMAN 8 Merangin, sekarang menuju Jambi,” kata Ariansyah.

Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di depan Gerbang DPRD Provinsi Jambi dan menunggu respons pemerintah daerah terhadap tuntutan yang mereka sampaikan.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: Kompas.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks