JAMBI — Pemprov Jambi bersama Satgas Karhutla memantau potensi pertumbuhan awan hujan sebagai syarat utama pelaksanaan OMC. Operasi yang sedianya digelar lebih awal tertunda karena jarak pandang rendah di Kota Jambi dan sekitarnya.
Gubernur Al Haris mengungkapkan kendala teknis yang membuat pesawat penyemaian awan tidak dapat beroperasi. Kondisi serupa juga dialami tim yang hendak menerbangkan helikopter untuk water bombing.
"Kemarin kita mau OMC, tetapi karena jarak pandang (visibility) rendah pesawat tidak bisa untuk melaksanakan OMC. Termasuk juga tim yang ingin menerbangkan helikopter water bombing juga sulit, karena kabut asapnya luar biasa (tebal)," kata Al Haris, Selasa (6/10/2026).
Kabut Asap di Kota Jambi Sebagian Kiriman dari Luar Wilayah
Al Haris menyatakan kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam wilayah provinsi. Sebagian asap terbawa angin dari daerah sekitar.
"Arah angin beberapa beberapa hari ini arahnya ke Kota Jambi. Sehingga di Kota Jambi ini ada penebalan kabut asap," ujarnya.
Kondisi itu membuat penanganan karhutla bergantung pada dukungan cuaca. Satgas tetap dikerahkan untuk menangani titik api di dalam wilayah Jambi, sementara kebakaran di luar daerah menjadi kendala karena berada di luar kewenangan petugas.
"Untuk kondisi karhutla di dalam daerah di Jambi, itu kondisinya, Alhamdulillah masih bisa diatasi oleh tim satgas di lapangan. Ada titik di luar wilayah kita yang lokasinya dekat dengan Jambi, tim kita tidak bisa menjangkau ke sana karena berada di luar kewenangan wilayah," sebutnya.
Batang Hari Penyumbang Lahan Terbakar Terbesar
Data BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar sepanjang 1 Januari hingga 29 September 2026 mencapai 4.123,84 hektare. Batang Hari menjadi daerah dengan luas karhutla terbesar, yakni 1.240,79 hektare.
Posisi berikutnya diisi Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare. Tebo menyusul dengan 403,76 hektare, Bungo 67 hektare, Merangin 17,30 hektare, dan Kota Jambi 10 hektare.
Harapan pada Potensi Awan Hujan 9-10 Oktober
Al Haris berharap potensi awan hujan pada 9-10 Oktober dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC. Penyemaian awan dinilai menjadi jalan untuk mendatangkan hujan sekaligus menekan perkembangan karhutla.
"Mudah-mudahan tanggal 9-10 Oktober mendatang ada potensi awan hujan, sehingga tim bisa melakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.
Dengan kondisi asap yang masih tebal dan sejumlah titik api yang terus ditangani, jadwal OMC 9-10 Oktober menjadi penentu apakah penanganan karhutla di Jambi bisa berjalan lebih efektif pekan ini.