Pencarian

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho Kediri, KSO Angkasa Pura Berakhir

Minggu, 04 Oktober 2026 • 15:05:01 WIB
Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho Kediri, KSO Angkasa Pura Berakhir
Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi dikelola mandiri oleh PT Surya Dhoho Investama setelah memperoleh izin Badan Usaha Bandar Udara.

JAMBI — PT Surya Dhoho Investama resmi mengambil alih pengelolaan Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah mengantongi izin Badan Usaha Bandar Udara dari Kementerian Perhubungan. Kepastian ini menutup skema Kerja Sama Operasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia yang berjalan sejak bandara beroperasi. Pengelolaan langsung oleh anak usaha Gudang Garam itu diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan Selingkar Wilis, Jawa Timur.

Paragraf pembuka: Kepastian hukum operasional PT Surya Dhoho Investama (SDHI) ditandai dua dokumen yang terbit dari Kementerian Perhubungan. Pertama, Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 tentang Penetapan Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama. Kedua, Sertifikat Standar BUBU Nomor 81201089920010005 atas nama perusahaan yang sama.

Dua dokumen itu menjadi dasar hukum bagi SDHI untuk mengelola dan mengoperasikan Bandara Internasional Dhoho Kediri tanpa pendampingan operator lain. Sebelumnya, pengelolaan bandara dijalankan lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Angkasa Pura Indonesia.

Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Berakhirnya KSO membuat seluruh tanggung jawab operasional bandara berpindah ke manajemen SDHI. Perusahaan tidak lagi berbagi kewenangan dengan Angkasa Pura Indonesia dalam mengatur layanan penerbangan, fasilitas terminal, maupun pengembangan sisi udara.

Direktur Operasi, Safety dan Pengembangan PT Surya Dhoho Investama, Okky Riana Hartadi, menyebut status BUBU sebagai pijakan penting perusahaan. Menurut dia, sertifikat standar itu membuka ruang lebih luas untuk mengatur operasional bandara secara mandiri.

"Perolehan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara menjadi tonggak penting bagi PT Surya Dhoho Investama dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri," ujar Okky kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Okky menambahkan, status BUBU memberi keleluasaan bagi perusahaan untuk mengembangkan infrastruktur dan menyesuaikan layanan dengan dinamika industri penerbangan.

"Dengan status sebagai BUBU, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, serta merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif," kata Okky.

Dorong Konektivitas Kawasan Selingkar Wilis

Bandara Internasional Dhoho Kediri berada di dalam kawasan strategis Selingkar Wilis, Jawa Timur. Posisi itu membuat bandara diproyeksikan menjadi simpul konektivitas udara yang menghubungkan beberapa kabupaten dan kota di sekitarnya.

Pengelolaan mandiri oleh SDHI dinilai membuka peluang penyesuaian layanan yang lebih cepat, terutama untuk rute penerbangan yang permintaannya berubah mengikuti musim liburan atau kebutuhan bisnis. Efisiensi operasional yang meningkat diharapkan memacu mobilitas penumpang dari dan menuju Kediri serta wilayah sekitar.

Dampaknya tidak berhenti di sektor penerbangan. Aktivitas ekonomi, peluang usaha, dan sektor pariwisata di kawasan Selingkar Wilis disebut bakal ikut terdorong ketika akses udara semakin lancar. Pelaku UMKM, pengelola hotel, dan agen perjalanan di kabupaten sekitar menjadi pihak yang paling langsung merasakan efeknya.

Posisi SDHI di Industri Bandara

SDHI merupakan anak usaha PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang membangun dan memiliki Bandara Internasional Dhoho Kediri. Dengan status BUBU, perusahaan masuk ke jajaran badan usaha bandar udara yang mengelola fasilitasnya sendiri, bukan sekadar pemilik aset yang menyerahkan operasional ke pihak lain.

Langkah ini menempatkan SDHI pada posisi yang lebih mandiri dalam bernegosiasi dengan maskapai, mengatur slot penerbangan, dan merancang pengembangan jangka panjang bandara. Fleksibilitas semacam itu menjadi modal penting bagi bandara baru yang masih membangun basis penumpang.

Penutup: Berakhirnya KSO dengan Angkasa Pura Indonesia menandai babak baru pengelolaan Bandara Dhoho Kediri, dengan SDHI memegang kendali penuh atas operasional dan pertumbuhan bandara ke depan. Keberhasilan menarik lebih banyak maskapai dan rute akan menjadi ukuran apakah pengelolaan mandiri ini benar-benar menggerakkan ekonomi kawasan Selingkar Wilis.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks