Pencarian

Vivo X500 Series Resmi Dirilis, Hadirkan Varian Pro Max Perdana

Selasa, 22 September 2026 • 17:34:01 WIB
Vivo X500 Series Resmi Dirilis, Hadirkan Varian Pro Max Perdana
Vivo resmi meluncurkan X500 Series di China dengan tiga varian sekaligus.

JAMBI — Vivo resmi meluncurkan X500 Series di China dengan tiga varian sekaligus, yakni X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max, pada Senin (21/9). Lini flagship ini membawa kamera utama 50MP berlapis Zeiss T, layar AMOLED 2K 144Hz, dan baterai hingga 8.000 mAh. Harga mulai 5.499 yuan (Rp14,6 juta), menandai debut varian Pro Max di jajaran produk Vivo.

Peluncuran X500 Series menempatkan Vivo bersaing langsung di segmen flagship premium China. Varian Pro Max menjadi nama baru yang sebelumnya tidak ada di lini X-series, meski Vivo belum memastikan apakah model ini menggantikan posisi varian Ultra atau berdiri sebagai lini tersendiri.

Dikutip dari GMS Arena, ketiga ponsel sudah mengadopsi sistem operasi OriginOS 7 berbasis Android 17 yang difokuskan pada kelancaran sistem dan manajemen sumber daya.

Dapur Pacu dan Konfigurasi Chipset

X500 Pro dan X500 Pro Max ditenagai chip MediaTek Dimensity 9600 Pro. Sementara varian standar memakai Dimensity 9600M.

Pilihan penyimpanan untuk ketiga model dimulai dari 12/256GB. Vivo belum mengumumkan varian memori lain di luar konfigurasi dasar tersebut.

Kamera: Sensor Sony LYTIA dan Telefoto Periskop 200MP

Vivo menanamkan kamera utama 50MP setara 24mm dengan sensor Sony LYTIA L910 berukuran 1/1.28 inci. Kamera ini memiliki lapisan Zeiss T dan aperture tetap f/1.57 dengan dynamic range 17 EV.

Perbedaan mencolok ada di sistem stabilisasi. X500 Pro Max dibekali Optical Image Stabilization (OIS) 3 derajat yang diklaim menghasilkan gambar mulus setara gimbal, sedangkan X500 Pro memakai OIS 1,5 derajat.

Untuk telefoto, X500 Pro Max mengandalkan lensa periskop 200MP setara 85mm dengan sensor ISOCELL HP0 1/1.4 inci dari Samsung dan stabilisasi CIPA 7.0. X500 Pro memakai sensor 64MP Vivo x Sony LYTIA 610 1/2.0 inci setara 85mm dengan kemampuan OIS serupa.

Kedua model Pro mendukung Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra 400mm opsional dan sama-sama memakai sensor ultrawide ISOCELL JN5 50MP 1/2.75 inci setara 15mm. Varian standar mendapat kamera utama Lytia 828 50MP setara 23mm, telefoto 64MP setara 72mm, dan ultrawide 50MP ISOCELL JN1.

Kemampuan Video hingga 8K 30fps

X500 Pro dan Pro Max mendukung slow motion sinematik 4K 240fps. X500 Pro Max bahkan mampu merekam video 8K 30fps.

Versi Pro dapat merekam video 10-bit dengan encoding 422 dan dukungan kerangka kerja manajemen warna ACES (Academy Color Encoding System).

Layar AMOLED LTPO dan Baterai Si-C

X500 Series memakai panel AMOLED LTPO resolusi 2K dengan refresh rate 144Hz. X500 Pro memiliki diagonal layar 6,36 inci, sedangkan Pro Max 6,85 inci. Keduanya menggunakan teknologi BOE Q11 dengan kecerahan maksimal 4.500 nits.

Varian standar membawa resolusi dan refresh rate sama, tapi kecerahan maksimalnya sedikit lebih rendah di 4.000 nits.

Kapasitas baterai berbeda di tiap varian. X500 Pro Max memakai baterai Si-C 8.000 mAh, X500 Pro 6.510 mAh, dan X500 standar 7.500 mAh. Ketiganya mendukung pengisian kabel 90W dan wireless 40W, plus sertifikasi IP68 dan IP69.

Harga dan Pilihan Warna

Varian Pro tersedia dalam warna putih, abu-abu, hitam, dan oranye. Varian standar hanya punya pilihan putih, abu-abu, dan hitam.

X500 Pro Max dibanderol mulai 6.999 yuan (Rp18,6 juta), X500 Pro mulai 6.499 yuan (Rp17,3 juta), dan X500 standar mulai 5.499 yuan (Rp14,6 juta).

Vivo belum mengumumkan jadwal ketersediaan X500 Series untuk pasar di luar China, termasuk Indonesia.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks