Pencarian

Dosen UIN STS Jambi Dorong Peta Jalan Gas Rumah Kaca Kota Jambi, Target Kurangi Emisi Karbon dan Bangun Kota Hijau

Senin, 03 Agustus 2026 • 11:13:01 WIB
Dosen UIN STS Jambi Dorong Peta Jalan Gas Rumah Kaca Kota Jambi, Target Kurangi Emisi Karbon dan Bangun Kota Hijau
Peta Jalan Gas Rumah Kaca Kota Jambi dibahas dalam konsultasi publik di Aston Hotel, Jumat (31/7/2026).

JAMBI — Penyusunan Peta Jalan GRK Kota Jambi memasuki babak konsultasi publik yang digelar di Aston Hotel, Jumat (31/7/2026). Forum ini menghadirkan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan perguruan tinggi, termasuk UIN STS Jambi.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN STS Jambi, Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si, menyebut peta jalan ini bukan sekadar dokumen teknis, melainkan arah kebijakan pembangunan rendah karbon. Ia menekankan urgensi langkah ini di tengah meningkatnya emisi GRK yang memicu kerentanan banjir, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan ekonomi warga.

Mengapa Kota Jambi Butuh Peta Jalan GRK?

Emisi gas rumah kaca di Kota Jambi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memunculkan risiko sosial yang nyata. Sampah yang membusuk dan berserakan, berkurangnya ruang hijau, serta polusi udara dari kendaraan menjadi persoalan harian yang dirasakan langsung masyarakat.

Dalam konsultasi publik tersebut, pemerintah menyampaikan sejumlah materi penting, mulai dari proses penyusunan, baseline emisi, skenario bisnis seperti biasa (BAU), skenario mitigasi, hingga target aksi prioritas dan tahapan implementasi. Masukan dari akademisi, komunitas, dan dunia usaha disebut akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen ini.

Peran Kampus: Riset, Pendidikan, dan Pendampingan Warga

UIN STS Jambi menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemkot Jambi dalam transisi menuju kota hijau. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus ini siap berkontribusi dalam tiga ranah utama.

Pertama, riset dan inovasi. Dosen dan peneliti UIN STS Jambi dapat menghasilkan kajian inventarisasi emisi GRK, pengelolaan sampah, energi terbarukan, hingga strategi adaptasi perubahan iklim. Data ilmiah ini dinilai penting sebagai dasar kebijakan yang tepat sasaran. Wali Kota Jambi, Dr.dr. Maulana, S.KM, M.KM, dalam acara nota kesepahaman dengan sejumlah universitas, berharap perguruan tinggi menjadi mitra terbaik dalam menata kota melalui ilmu pengetahuan.

Kedua, pendidikan karakter ekologis. Konsep ecocampus dan green campus di lingkungan kampus Telanaipura itu diharapkan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk menerapkan budaya hemat energi dan pengurangan sampah plastik. Edukasi ini kemudian bisa disebarluaskan ke sekolah-sekolah dan komunitas warga.

Ketiga, pengabdian masyarakat. Kampus dapat mendampingi warga membangun kampung ramah lingkungan, memperkuat bank sampah, dan mengembangkan ekonomi hijau berbasis potensi lokal.

Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci Keberhasilan

Dr. Pahmi menegaskan bahwa Peta Jalan GRK Kota Jambi tidak bisa berdiri sendiri. Kota Jambi yang berstatus pusat perdagangan dan pendidikan menarik mobilitas tinggi dari kabupaten sekitar, sehingga sumber masalah lingkungan seperti sampah dan emisi kendaraan kerap datang dari luar wilayah administratif kota.

"Kolaborasi menjadi penting. Peta Jalan GRK Kota Jambi tidak berdiri sendiri, seiring kota sebagai pusat perdagangan, pendidikan, hiburan dan lainnya, tentu pemasok

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uinjambi.ac.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks