JAKARTA — Pergerakan IHSG pada awal perdagangan Rabu dibayangi kekhawatiran investor asing pasca masuknya Indonesia ke dalam watchlist klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut langkah itu berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing apabila tidak diikuti perbaikan aksesibilitas pasar.
Dari eksternal, tekanan bertambah setelah bursa Wall Street melemah dan harga minyak mentah melonjak. Brent naik 3,0 persen ke 74,16 dolar AS per barel, sementara WTI menguat hampir 3,0 persen ke 70,44 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu serangan baru AS terhadap Iran dan pencabutan izin ekspor minyak Iran.
Sentimen Domestik yang Masih Solid
Di tengah tekanan, fundamental ekonomi dalam negeri masih memberikan harapan. Pertumbuhan kredit perbankan tercatat 11,51 persen year on year (yoy), dengan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,47 persen (yoy). Kualitas aset perbankan disebut tetap terjaga solid.
“Dengan kombinasi sentimen itu, pergerakan IHSG diperkirakan berpotensi mengalami konsolidasi dengan bias hati-hati, meski fundamental domestik yang relatif solid masih berpotensi membatasi tekanan jual,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Data Ekonomi AS dan Sinyal Suku Bunga The Fed
Dari Amerika Serikat, data ekonomi menunjukkan sinyal beragam. Defisit perdagangan Mei 2026 melebar menjadi 77,6 miliar dolar AS, sementara indeks optimisme ekonomi membaik dan ekspektasi inflasi masyarakat naik ke 3,7 persen. Data ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih akan berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.
Fokus pelaku pasar hari ini tertuju pada risalah rapat The Fed atau FOMC Meeting Minutes. Dokumen itu menjadi petunjuk penting mengenai arah suku bunga, sehingga volatilitas pasar global diperkirakan tetap tinggi.
Bursa Regional dan Eropa Kompak Melemah
Pada perdagangan Selasa (7/7) kemarin, bursa Eropa mayoritas melemah. Euro Stoxx 50 turun 1,24 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,37 persen, dan CAC 40 Prancis turun 0,51 persen. FTSE 100 Inggris menjadi satu-satunya yang menguat tipis 0,13 persen.
Bursa AS Wall Street juga bervariasi. Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing menguat 0,25 persen dan 0,45 persen, namun Nasdaq Composite melemah 1,77 persen. Pagi ini, bursa Asia kembali tertekan: Nikkei melemah 0,64 persen, Shanghai turun 0,03 persen, dan Kospi merosot 1,69 persen. Strait Times menjadi satu-satunya yang menguat 0,22 persen.