JAKARTA — Medali perak di ajang ISKA Indonesia Open Tournament 2026 menjadi bukti nyata bahwa disiplin dan dedikasi seorang anggota Brimob bisa melampaui batas profesi. Bharada Billy Van Aziz Boston, yang sehari-hari bertugas di Mako Korps Brimob Mabes Polri, sukses mengibarkan nama Jambi di pentas internasional.
Bukan Sekadar Atlet, Tapi Prajurit Aktif
Di usia 27 tahun, Billy tak hanya dikenal sebagai petarung kickboxing. Ia adalah anggota kepolisian aktif yang rutin menjalankan tugas negara. Meskipun padatnya jadwal dinas, konsistensinya dalam berlatih dan mewakili kesatuan di berbagai kejuaraan tak pernah surut.
"Ambil segala kesempatan yang ada, jangan pikirkan risiko yang akan kamu terima. Satu-satunya yang membuat mimpi tak mungkin tercapai adalah rasa takut dan kegagalan," tegas Billy, Selasa (30/6/2026) dalam pernyataan resminya.
Panggung Pembuktian 7 Negara
ISKA Indonesia Open Tournament 2026 bukanlah sekadar kejuaraan lokal. Ajang yang digelar di Jakarta Utara ini diikuti oleh atlet-atlet dari Singapura, Malaysia, Armenia, Australia, Brunei Darussalam, India, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Medali perak yang diraih Billy di tengah kompetisi ketat ini menjadi pencapaian yang patut dicatat.
Prestasi ini diharapkan bisa menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet muda di Provinsi Jambi. Billy membuktikan bahwa dengan tekad yang bulat, seorang putra daerah mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di level dunia, meskipun berasal dari daerah yang tak selalu menjadi pusat perhatian olahraga nasional.
Dedikasi Tanpa Batas: Antara Tugas dan Ring Pertarungan
Kombinasi antara tugas negara sebagai anggota Brimob dan karier sebagai atlet kickboxing profesional jarang ditemui. Namun, Billy menjalaninya dengan konsisten. Medali perak di ISKA Indonesia Open 2026 menjadi bukti bahwa kedisiplinan seorang prajurit bisa menjadi modal utama untuk meraih prestasi di arena profesional.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi aparat kepolisian lainnya bahwa pengabdian kepada negara tak harus mengorbankan mimpi pribadi. Justru, nilai-nilai kedisiplinan dan pantang menyerah yang ditanamkan di kesatuan bisa menjadi kekuatan untuk meraih prestasi di luar tugas pokok.