JAMBI — President Director Chery Group Zeng Shuo menyatakan persiapan teknis dan administratif tengah dimatangkan agar kehadiran Freelander di Tanah Air berjalan mulus. Konfirmasi itu disampaikan Zeng di Wuhu, China, pada Senin (19/10/2026).
"Kami belum bisa membeberkan tanggal pastinya, namun kami berupaya mulai membawanya ke Indonesia pada tahun depan," ujar Zeng.
Meski peluncuran resmi ditargetkan 2027, proses pengenalan ke publik Indonesia akan berjalan lebih awal. Freelander diposisikan sebagai merek mandiri di bawah naungan Chery Group.
Chery Group belum bisa mengumumkan strategi penetapan harga Freelander dalam waktu dekat. Penentuan harga jual bergantung pada kalkulasi pajak kendaraan serta skema masuk yang akan diterapkan di Indonesia.
Perusahaan masih mempertimbangkan dua opsi: mendatangkan kendaraan secara utuh (Completely Built Up/CBU) dari fasilitas produksi di China, atau merakitnya secara lokal (Completely Knocked Down/CKD) di Indonesia. Skema ini disebut menjadi faktor krusial bagi daya saing harga Freelander saat menyapa konsumen.
Kembalinya nama Freelander ke kancah otomotif global ditandai fokus baru pada pengembangan SUV listrik berkarakter premium. Merek ini memadukan estetika khas Inggris dengan efisiensi teknologi elektrifikasi asal China.
Sebagai model pembuka, Freelander 8 dibangun di atas platform elektrifikasi fleksibel yang mendukung dua sistem penggerak:
Kehadiran Freelander menambah daftar pemain baru di segmen kendaraan ramah lingkungan Indonesia. Bagi konsumen, kepastian skema perakitan lokal atau impor utuh akan menentukan seberapa kompetitif harga SUV listrik ini nantinya.