MUARO JAMBI — Penerapan autentikasi OTP Multi-Factor Authentication (MFA) pada SIMPEG/SIMSDM atau SIMPEG 5 mulai 19 Oktober 2026 menuntut kesiapan data kontak setiap pegawai. Kepala MAN 1 Muaro Jambi Jurmalis menegaskan bahwa kode verifikasi dan tautan pemulihan kata sandi dikirim ke kontak yang terdaftar, sehingga data yang tidak aktif berpotensi menghambat akses.
Pemeriksaan mencakup empat komponen: alamat email pribadi, email dinas, nomor telepon atau WhatsApp, serta kontak darurat. Seluruhnya harus dalam kondisi aktif dan dapat diakses pemilik akun.
Langkah awal dimulai dari menu profil pada aplikasi SIMPEG 5. Bagian alamat dan kontak perlu diteliti satu per satu, bukan sekadar dilihat sekilas.
Kesalahan penulisan atau nomor yang sudah tidak aktif menyulitkan proses komunikasi dan pemulihan akun. Jika ada perubahan informasi, pegawai perlu memperbaruinya melalui prosedur yang disediakan sistem.
Selain profil, pegawai diminta mengikuti panduan pembaruan atau penyegaran kata sandi. Proses pemulihan dapat dimulai melalui tautan "Lupa Kata Sandi?" pada halaman login SIMPEG/SIMSDM, lalu pengguna mengikuti instruksi resmi yang muncul di layar.
Jurmalis mengingatkan agar kata sandi dan kode OTP dijaga kerahasiaannya. Keduanya tidak boleh diberikan kepada pihak lain, termasuk yang mengaku sebagai petugas.
"Seluruh ASN diharapkan segera memeriksa data profil dan mengikuti petunjuk pembaruan akses SIMPEG 5 agar tidak mengalami kendala saat login," kata Jurmalis.
Penerapan OTP MFA merupakan tambahan lapisan keamanan dalam akses sistem kepegawaian. Kode verifikasi memastikan proses masuk akun melalui tahapan autentikasi yang ditentukan, bukan hanya kata sandi.
Konsekuensinya, data kontak yang terdaftar menjadi semakin penting. Jika email atau nomor telepon tidak aktif, pengguna dapat gagal menerima kode dan tertahan di halaman login.
PNS dan PPPK di lingkungan MAN 1 Muaro Jambi diminta memahami petunjuk yang disampaikan melalui kanal resmi Kementerian Agama. Jika terjadi masalah teknis, pegawai berkonsultasi dengan petugas atau operator yang berwenang.
Jurmalis juga meminta pegawai memastikan setiap petunjuk berasal dari sumber resmi. Langkah itu untuk menghindari kesalahan maupun penyalahgunaan data akun.
Kesiapan pengguna menjadi bagian penting dalam kelancaran layanan kepegawaian. Email aktif, nomor telepon yang benar, dan kata sandi yang dapat dipulihkan membantu proses autentikasi berjalan tanpa hambatan.