JAMBI — Bea Cukai Mataram mengawasi sekitar 500 ton logistik MotoGP Mandalika 2026 yang tiba melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada 5–6 Oktober 2026. Fasilitas kepabeanan lewat skema Kawasan Ekonomi Khusus dan ATA Carnet memastikan perlengkapan balap bisa masuk, digunakan, lalu dikirim kembali ke Australia untuk seri berikutnya.
Logistik tersebut diangkut menggunakan lima penerbangan sewaan atau charter flight menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit.
Bea Cukai melalui unit vertikalnya, Bea Cukai Mataram, melakukan pengawasan sejak kedatangan barang di bandara. Pemeriksaan fisik menyusul setelah logistik tiba di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Ada dua instrumen yang dimanfaatkan dalam mendukung kelancaran logistik MotoGP Mandalika. Pertama, fasilitas KEK melalui skema Pemberitahuan Pabean Kawasan Ekonomi Khusus (PPKEK) bagi barang yang memenuhi persyaratan.
Kedua, ATA Carnet yang memfasilitasi pemasukan sementara barang untuk keperluan tertentu. Termasuk perlengkapan balap yang akan digunakan dalam kegiatan internasional dan dikirim kembali ke negara asal atau negara berikutnya.
Barang yang memenuhi syarat memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor sesuai skema yang digunakan. Kemudahan prosedural dalam pemeriksaan fisik juga diberikan.
Pelayanan berlanjut setelah balapan berakhir. Pada Minggu (11/10/2026), petugas Bea Cukai Mataram melakukan pemeriksaan fisik secara simultan dengan menyesuaikan jadwal selesainya balapan di tiap kelas.
Langkah ini mendukung proses pengiriman kembali barang logistik ke negara penyelenggaraan seri berikutnya, yakni Australia.
"Kami langsung memeriksa barang logistik MotoGP dengan total 400 dokumen ATA Carnet yang akan segera diekspor kembali (reekspor) ke negara tempat race selanjutnya, yaitu Australia," kata Kepala Kantor Bea Cukai Mataram Zaeni Rokhman.
Zaeni menambahkan, kecepatan dan ketepatan pelayanan pemeriksaan serta pengawasan barang logistik MotoGP sangat diperhatikan demi suksesnya event internasional tersebut.
Kepala Subdirektorat Humas dan Publikasi Bea Cukai Netty Hartawati menyebut fasilitas kepabeanan membantu penyelenggara memenuhi kebutuhan logistik sekaligus memastikan pemasukan dan penggunaan barang dari luar negeri berjalan sesuai ketentuan.
"Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP merupakan wujud kelancaran logistik lintas negara. Bea Cukai menjadi bagian dari ekosistem pendukung melalui fasilitas kepabeanan yang membantu barang dan perlengkapan yang dibutuhkan tiba dan digunakan sesuai jadwal," ujarnya.
Netty menegaskan kemudahan ini tetap disertai pemenuhan persyaratan serta pengawasan sesuai ketentuan. Fasilitas kepabeanan bukan berarti menghilangkan kewajiban administratif bagi penyelenggara dan pihak terkait.
MotoGP membutuhkan pergerakan barang dalam jumlah besar, mulai dari perlengkapan balap hingga kebutuhan teknis lainnya. Barang-barang tersebut harus tiba tepat waktu agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal.
Selain menjadi ajang olahraga internasional, MotoGP Mandalika turut mendukung pariwisata dan menggerakkan aktivitas ekonomi di Lombok. Bea Cukai telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Indonesia Tourism Development Corporation, untuk memastikan setiap tahapan logistik berjalan tertib.