ISEF 2026 di Jakarta Dibuka, 3 Program Bank Indonesia dan 5 UMKM Jambi Ikut Meriahkan

Penulis: Said Fauzi  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:02:20 WIB
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti membuka ISEF 2026 di Jakarta.

JAKARTA — Pembukaan ISEF 2026 dilakukan langsung Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo. Ajang tahunan ini kembali memperkuat kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, otoritas, industri, akademisi, serta mitra strategis nasional dan internasional.

Deretan mitra yang terlibat mencakup Islamic Development Bank (IsDB), OJK, BPKH, BPJPH, BAZNAS, dan Badan Wakaf Indonesia. ISEF ke-13 tahun ini menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring.

Tiga Program Unggulan yang Diluncurkan Bank Indonesia

Pada momentum pembukaan, Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan sekaligus. Ketiganya menyasar penguatan pasar keuangan syariah, tata kelola zakat, hingga pengembangan sumber daya manusia.

  • Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) — pedoman transaksi pasar keuangan syariah untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar.
  • Pembaruan Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat (Zakat Core Principles/ZCP) — penambahan dimensi manajemen risiko guna memperkuat tata kelola zakat.
  • Program beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah — mendukung pendidikan mahasiswa asing dan mengoptimalkan pemanfaatan ZISWAF secara produktif.

Ketiga inisiatif tersebut memperkuat kontribusi Bank Indonesia dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Langkah ini sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN 2025–2029.

Belanja Muslim Global Diproyeksi USD3,56 Triliun pada 2029

Dalam sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang disampaikan oleh Dradjad Hari Wibowo, ekonomi syariah disebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Peluang itu didukung proyeksi belanja masyarakat muslim global yang mencapai USD3,56 triliun pada 2029.

Pemerintah terus mendorong penguatan industri halal dan UMKM, perluasan ekspor serta kerja sama internasional, pengembangan keuangan dan dana sosial syariah, serta peningkatan akses pembiayaan, literasi, dan inklusi keuangan syariah.

Indonesia Bertahan di Peringkat 4 SGIE 2025/2026

Daya saing Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia.

Di dalam negeri, rantai nilai halal tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Penerbitan green sukuk Indonesia sejak 2018 mencapai USD7,7 miliar di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026.

"Capaian ini menjadi fondasi, bukan garis akhir, karena masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, dan memperluas literasi, sehingga diperlukan akselerasi melalui sinergi dan transformasi digital," ujar Destry.

Lima UMKM Jambi Tampil, Tiga di Antaranya Perancang Busana IKRA

Bank Indonesia Provinsi Jambi mengirim lima UMKM unggulan binaan ke ajang ISEF 2026. Tiga di antaranya merupakan pelaku Industri Kreatif Syariah (IKRA) dengan produk ready to wear hasil desainer putra-putri daerah.

Ketiga desainer tersebut adalah Bima Zikwan, Batik Berkah, dan Reka Dian Utami Fashion Project. Mereka turut meramaikan fashion show Indonesia International Modest Fashion Festival x Jakarta Muslim Fashion Week (IN2MOTIONFESTxJMFW) 2026.

Selain mendorong IKRA, Bank Indonesia Provinsi Jambi terus menggenjot kapabilitas pelaku usaha UMKM dalam hilirisasi makanan-minuman (mamin) dan kompetensi individual chef berbasis makanan halal.

Dua UMKM mamin Jambi, yakni Otin dengan produk Abon Ikan Patin dan R&R dengan beragam produk snack, telah lulus kurasi ISEF dan berpartisipasi dalam pagelaran tersebut.

Rangkaian Acara dan Forum Bisnis Pesantren

ISEF ke-13 melibatkan mitra ekonomi-keuangan syariah domestik dan internasional serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal. Kegiatan yang digelar mempertemukan pelaku usaha dari hulu ke hilir.

Rangkaian acara mencakup business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.

Melalui ISEF 2026, Indonesia terus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dan mendorong inovasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah. Langkah ini diharapkan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top