KERINCI — Pembukaan kembali tiga destinasi pendakian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) berlaku untuk Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai. Sebelumnya, BBTNKS menutup aktivitas pendakian sejak 1 September 2026 untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi.
Keputusan pembukaan diambil setelah pemantauan bersama sejumlah pihak. Pemantauan melibatkan BBTNKS, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kawasan Gunung Kerinci, pemerintah daerah, forum relawan Gunung Kerinci, serta pemangku kepentingan lain.
Tim memeriksa kondisi cuaca, visual Gunung Kerinci, dan potensi risiko kebakaran sebelum jalur dibuka. Hasil pemantauan BBTNKS tidak menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di lokasi pendakian kawasan TNKS.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, David, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pemantauan bersama sejumlah pihak terkait.
Pertimbangan pembukaan tidak hanya soal kondisi lingkungan dan keselamatan pengunjung. Dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan.
Warga yang menggantungkan penghasilan dari jasa pemandu, porter, dan warung di jalur pendakian kembali bisa beraktivitas. Selama penutupan, aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut ikut terhenti.
BBTNKS mengingatkan pendaki agar waspada, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memicu kebakaran. Seluruh pendaki diminta menjaga kelestarian kawasan konservasi dan tidak menyalakan api selama melakukan aktivitas pendakian.
Larangan menyalakan api menjadi krusial karena risiko karhutla belum sepenuhnya hilang meski jalur sudah dibuka. Pendaki yang berencana mendaki Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, atau Gunung Masurai perlu mematuhi ketentuan tersebut sebelum memulai perjalanan.