JAMBI — Camilan berbahan dasar tepung ketan kini banyak dicari dengan isian modern, dan mochi cokelat lumer masuk jajaran yang paling diminati. Tekstur kulitnya lembut, sedikit lengket, lalu bertemu lelehan cokelat yang kaya rasa di tengahnya. Bagi warga Jambi yang ingin mencoba, prosesnya tidak menuntut peralatan khusus.
Resep ini hanya membutuhkan tujuh bahan untuk adonan kulit. Dua di antaranya bersifat opsional, sehingga bisa disesuaikan dengan stok dapur masing-masing.
Perpaduan kulit kenyal dan cokelat lumer membuat mochi ini pas disajikan sebagai camilan akhir pekan bersama keluarga. Modal bahannya terjangkau karena berbasis tepung ketan, bukan bahan impor. Nilai jualnya pun bisa dinaikkan lewat kemasan kecil yang rapi.
Sejumlah pelaku usaha kuliner rumahan memilih varian berisian karena lebih mudah dibuat dalam jumlah banyak sekaligus. Prosesnya tidak memerlukan oven atau mixer, cukup alat kukus dan wadah pencampur.
Pemilihan susu cair berpengaruh pada aroma dan warna akhir. Susu cair cokelat memberi rasa yang lebih pekat sejak dari kulitnya. Kalau memakai susu putih segar, tambahan cokelat bubuk bisa dipakai untuk menyeimbangkan warna agar tidak pucat.
Minyak goreng berfungsi menjaga adonan tidak lengket saat dibentuk. Sementara garam dalam takaran kecil berperan menyeimbangkan rasa manis dari gula pasir.
Mochi paling enak dimakan saat masih segar, ketika cokelat di dalamnya belum membeku kembali. Kalau hendak dijadikan stok, simpan dalam wadah tertutup agar kulitnya tidak mengeras. Taburan tepung ketan sangrai di permukaan bisa membantu mencegah mochi saling menempel.
Untuk keperluan jualan, kemasan mungil berisi dua hingga tiga butir lebih mudah dijual satuan. Harga jualnya bisa disesuaikan dengan biaya susu dan cokelat yang dipakai.