CdM YOG 2026 Tinjau Pelatnas PBSI, Pastikan Kesiapan Atlet Bulutangkis

Penulis: Wan Rizal  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:06:01 WIB
Chef de Mission Indonesia untuk YOG 2026, Ita Yuliati, meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung.

JAMBI — Chef de Mission Indonesia untuk Youth Olympic Games 2026, Ita Yuliati, meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung guna memastikan kesiapan dua atlet bulutangkis menjelang berlaga di Dakar, Senegal. Kunjungan tersebut menjadi inspeksi keempat kalinya ke cabang olahraga yang berbeda, setelah sebelumnya menyambangi equestrian, renang, dan atletik.

Peninjauan berlangsung di Pelatnas PBSI, Cipayung, dengan Ita Yuliati berkeliling langsung melihat persiapan atlet. Youth Olympic Games Dakar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November mendatang.

Indonesia memberangkatkan 12 atlet putra dan putri yang akan bertanding di sembilan cabang olahraga. Cabang tersebut meliputi bulutangkis, balap sepeda, judo, triathlon, equestrian, atletik, renang, wushu, dan skateboard.

Kunjungan Keempat Setelah Equestrian, Renang, dan Atletik

Ita menyebut peninjauan ke Pelatnas PBSI merupakan rangkaian inspeksi keempatnya. Sebelumnya, ia mendatangi cabang equestrian, renang, dan atletik.

"Ini kali keempat kami mengunjungi cabang olahraga setelah equestrian, renang, dan atletik. Hari ini saya diajak berkeliling di Pelatnas PBSI dan melihat kesiapan atlet," kata Ita saat ditemui di Cipayung, Selasa (13/10/2026).

Dari hasil peninjauan, Ita menilai para atlet bulutangkis sudah berada dalam kondisi siap bertanding. Ia juga menyoroti penyesuaian yang dilakukan PBSI, termasuk aspek gizi atlet.

"Kami sudah berbicara dengan atlet dan mereka sudah sangat siap. Persiapan di PBSI juga luar biasa karena sudah ada penyesuaian dari gizi dan lain-lain. Semoga dengan ekosistem ini saya yakin cabor bulutangkis akan meningkat," tuturnya.

Nutrisi Khusus Atlet Bulutangkis Jadi Perhatian Tim CdM

Ita menemukan hal baru selama peninjauan, yakni adanya kebutuhan nutrisi khusus bagi masing-masing atlet bulutangkis. Temuan ini akan ditindaklanjuti bersama KBRI di Senegal.

"Tadi juga saya baru tahu di badminton ada nutrisi masing-masing, dan ini akan kami komunikasikan dengan KBRI agar mereka dapat katering khusus untuk para atlet," ujar Ita.

Dukungan bagi atlet junior menjadi perhatian tersendiri bagi tim CdM. Menurut Ita, tidak semua atlet memiliki pengalaman bertanding di luar negeri sehingga pendekatan yang diberikan berbeda dibanding atlet senior.

"Berbeda dengan senior kami ingin beri motivasi dan rasa nyaman. Perjalanan ini akan jauh ke Sinegal, saya sendiri belum pernah ke sana. Jadi bagaimana kondisi, cuaca, makanan, di lapangan seperti apa, kami berkerja sama dengan KBRI di sana. Sebab, kami ingin semua terlaksana dengan baik," kata Ita.

Target Bukan Sekadar Medali, tapi Pembinaan Menuju Olimpiade 2032

Ita menegaskan target kontingen Indonesia di YOG 2026 tidak semata-mata mengejar medali. Ajang ini menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda agar siap bersaing di level lebih tinggi, termasuk Olimpiade 2032.

"Kalau target mengikuti arahan Kemenpora karena di tim CdM hanya untuk melaksanakan persiapan kontingen. Tapi melihat (persiapan) atletik di Asian Youth Games mendapatkan medali, kemudian renang juga telah mencapai waktu terbaiknya. Judo sekarang latihan di Jepang, rasanya persiapannya sudah sangat maksimal," ungkapnya.

Dari sejumlah cabang yang telah ditinjau, Ita menilai persiapan kontingen secara keseluruhan berjalan maksimal. Kini kesiapan tersebut menunggu pembuktian di Dakar.

"Jadinya persiapannya masih panjang," ujar Ita.

Ia mengakui peran sebagai CdM pada ajang ini menjadi pengalaman pertamanya dan tidak lepas dari tantangan.

"Ini adalah kali pertama dan saya akui tak mudah dan menantang tapi insya Allah berjalan baik," harap Ita.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top