MUARO JAMBI — Lahan pertanian milik Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi kini dikelola dengan lapisan plastik mulsa. Langkah itu diambil agar kegiatan bercocok tanam di dalam lapas berjalan lebih produktif, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian.
Plastik mulsa dipilih karena mampu menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan rumput liar. Suhu tanah pun lebih stabil sehingga tanaman tidak mudah stres akibat perubahan cuaca.
Penguapan air dari permukaan tanah berkurang dengan adanya mulsa. Kebutuhan penyiraman tanaman jadi lebih hemat, sementara unsur hara di dalam tanah dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal.
Lapisan plastik juga melindungi permukaan tanah dari pukulan air hujan langsung. Percikan tanah ke bagian tanaman berkurang, dan area budidaya tetap lebih bersih.
Kondisi tanah yang terjaga diharapkan membuat pertumbuhan tanaman lebih baik. Hasil pertanian dari lahan lapas pun berpeluang meningkat dibandingkan pengelolaan tanpa mulsa.
Kegiatan pertanian ini tidak sekadar soal pemanfaatan lahan kosong. Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui budidaya tanaman yang bernilai produktif.
Warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai teknik budidaya yang baik. Materi yang diajarkan mencakup persiapan lahan hingga pemeliharaan tanaman.
Pendekatan itu dinilai relevan sebagai bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana. Keterampilan bertani bisa menjadi modal menjalani kehidupan yang lebih mandiri di luar lapas.
Penerapan plastik mulsa menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pertanian yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan lapas. Teknologi pertanian sederhana ini dipakai karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan peralatan rumit.
Ke depan, kegiatan pertanian tersebut diharapkan memberi hasil optimal. Selain memasok kebutuhan pangan internal, lahan itu berfungsi sebagai ruang latihan nyata bagi warga binaan.
Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi menyatakan komitmennya melanjutkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.