SUNGAIPENUH — Kunjungan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun disambut langsung Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, SE., MM. Turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Gunardi, SKM., MM., dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, SKM., MM.
Seluruh kepala puskesmas dari kedua daerah hadir dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh. Forum ini menjadi ruang bertukar informasi soal tata kelola layanan kesehatan tingkat dasar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Kunjungan ini menyasar praktik penerapan ILP yang dinilai berjalan baik di Kota Sungai Penuh.
ILP sendiri merupakan pendekatan yang menyatukan pelayanan di Posyandu, Pustu, dan Puskesmas dalam satu alur. Fokus utamanya bukan pengobatan, melainkan upaya promotif dan preventif.
Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, study banding menjadi momentum penting untuk bertukar informasi dan pengalaman, khususnya dalam penerapan ILP serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Di Kota Sungai Penuh, penerapan ILP terus kami perkuat melalui integrasi pelayanan di Posyandu, Pustu, dan Puskesmas, dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif,” ujar Sekda Alpian.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian Kota Sungai Penuh di bidang kesehatan. Salah satunya percepatan penanganan stunting melalui program 3S, yakni Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Uang Seribu Rupiah.
Selain program 3S, Pemkot Sungai Penuh mencatat penerapan ILP yang mendapat penilaian baik, capaian imunisasi, serta berbagai peningkatan layanan kesehatan lainnya.
Sekda Alpian berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertukaran informasi. Ia ingin forum ini melahirkan gagasan dan inovasi baru yang bisa diterapkan di masing-masing daerah.
“Semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan menjadi ruang untuk saling belajar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan ini menegaskan posisi Kota Sungai Penuh sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan belajar tata kelola kesehatan di Provinsi Jambi. Bagi Sarolangun, hasil study banding diharapkan bisa menjadi bahan penyusunan kebijakan layanan kesehatan di wilayahnya.