Tiga Siswi MTsN 2 Kota Jambi Juara 1 Syarhil Qur'an di Ajang PMR ALAWIYAH V Tingkat Nasional

Penulis: Said Fauzi  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:01:01 WIB
Tiga siswi MTsN 2 Kota Jambi tampil pada cabang Syarhil Qur'an PMR ALAWIYAH V Tingkat Nasional di UIN STS Jambi.

KOTA JAMBI — Tiga siswi MTsN 2 Kota Jambi berhasil meraih Juara 1 cabang Syarhil Qur'an pada ajang PMR ALAWIYAH V Tingkat Nasional yang digelar di UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Ketiga siswi tersebut adalah Syakira Oktavira M.Nur, Alesha Zahsy Rili, dan Azizah Dzakkiyah Rosyadah. Kemenangan itu diumumkan pada acara penutupan, Jumat (9/10/2026).

Lomba Syarhil Qur'an menjadi salah satu cabang unggulan dalam ajang PMR ALAWIYAH V. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda Islam sekaligus memperkenalkan isi kandungan Al-Qur'an agar lebih mudah dipahami masyarakat luas.

Keikutsertaan ketiga siswi memperkuat kontingen PMR madrasah di cabang Syarhil Qur'an. Partisipasi mereka menegaskan komitmen MTsN 2 Kota Jambi mendukung pengembangan bakat dan potensi peserta didik di ajang berskala nasional.

Format Perlombaan: Pensyarah, Qori, dan Penerjemah Ayat

Peragaan lomba Syarhil Qur'an dilakukan dengan pensyarah, qori/qoriah, dan dilanjutkan dengan penerjemah ayat. Format ini menuntut setiap tim membagi peran secara jelas di atas panggung.

Panitia menetapkan aturan ketat bagi peserta. Peserta wajib mengenakan pakaian rapi, bersahaja, dan sopan, serta berkumpul di lokasi perlombaan 10 menit sebelum acara dimulai.

Sebelum tampil, tim menyerahkan sinopsis materi beserta ayat Al-Qur'an pendukung tema yang dipilih kepada panitia. Urutan tampil ditentukan berdasarkan nomor kavling undian yang telah ditetapkan penyelenggara.

Sinergi di Atas Panggung Tanpa Perkenalan Individu

Sinergi ketiga siswi terlihat padu saat perlombaan dimulai. Sesuai aturan pensyarahan, mereka tidak perlu memperkenalkan diri secara individu sebelum tampil.

Penampilan mereka diawali lantunan tilawah merdu. Setelah itu, penerjemahan puitis yang menyentuh hati, lalu pendedahan materi syarhil yang lugas.

Fasilitas sound system yang disediakan panitia dimanfaatkan optimal untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an secara jernih. Keharmonisan nada tilawah, keindahan terjemahan, dan ketajaman retorika pensyarah menjadi satu kesatuan yang utuh di hadapan juri dan hadirin.

Lampu Hijau, Kuning, Merah: Penguasaan Durasi Jadi Kunci

Pengaturan waktu penampilan dipandu ketat oleh sistem isyarat lampu dari panitia. Lampu hijau menandai dimulainya penyajian, lampu kuning menjadi peringatan habisnya waktu, dan lampu merah menandai alokasi waktu benar-benar usai.

Ketentuan lomba menegaskan bahwa kelebihan atau kekurangan waktu dapat mengurangi poin penilaian pada bidang pensyarah. Delegasi MTsN 2 Kota Jambi berupaya mengelola setiap detik penampilan dengan presisi dan tenang.

Kesiapan mental dan ketelitian tinggi menjadi tuntutan seluruh peserta. Tim MTsN 2 Kota Jambi tampil penuh percaya diri menghadapi persaingan dari berbagai daerah, berbekal persiapan matang yang dilakukan jauh sebelum hari pertandingan.

Juara 1 dan Harapan Kader Da'i Potensial

Perjuangan dan penampilan maksimal ketiga siswi membuahkan hasil manis. Tim Syarhil Qur'an MTsN 2 Kota Jambi dinobatkan sebagai Juara 1 pada acara penutupan, Jumat (9/10/2026).

Seluruh civitas akademika menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi tersebut. Capaian ini tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk ikut mensyiarkan Al-Qur'an.

Ajang PMR ALAWIYAH V sendiri diharapkan melahirkan kader da'i potensial yang siap menjadi pelopor syiar Islam. Tujuan utamanya mencakup peningkatan pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an, mempererat ukhuwah Islamiyah antar-Palang Merah Remaja (PMR), serta melestarikan seni budaya Qur'ani bangsa Indonesia.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: mtsn2kotajambi.mdrsh.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top