JAMBI — Ayam goreng menjadi salah satu lauk yang sulit ditolak di meja makan keluarga. Ketika bumbu kuning atau olahan manis mulai membosankan, ketumbar bisa menjadi pilihan kreasi baru yang tidak rumit.
Ciri khas hidangan ini ada pada balutan butiran ketumbar yang disangrai kasar. Lapisan itu memberi tekstur renyah di bagian luar sekaligus rasa gurih rempah yang kuat hingga ke tulang.
Kunci kelezatan ayam goreng ketumbar terletak pada cara mengolah bumbunya. Ketumbar sebaiknya tidak ditumbuk terlalu halus.
Butiran kasar yang masih terlihat membuat aroma rempah lebih keluar saat proses menggoreng. Tepung maizena juga berperan penting menjaga kerenyahan hasil gorengan.
Bahan-bahan untuk membuat ayam goreng ketumbar tergolong mudah ditemukan di pasar tradisional maupun warung sembako sekitar rumah.
Ketumbar yang disangrai sebelum ditumbuk mengeluarkan minyak alami yang membawa aroma khas. Proses ini membuat rasa rempah lebih pekat dibanding ketumbar yang langsung dipakai tanpa penyangraian.
Serai dan daun salam ditambahkan untuk memberi lapisan aroma tambahan. Keduanya lazim dipakai dalam masakan Indonesia untuk mengurangi bau amis pada daging ayam.
Ayam goreng ketumbar cocok disantap bersama nasi hangat, sambal terasi, dan lalapan mentimun atau kemangi. Bagi keluarga di Jambi, hidangan ini bisa menjadi alternatif menu harian yang tidak memerlukan peralatan dapur khusus.
Waktu memasaknya pun relatif singkat sehingga bisa disiapkan untuk makan malam setelah aktivitas sehari-hari.