MUARO JAMBI — Air baku yang bersumber dari sumur dangkal dan air gambut di Desa Tangkit Baru selama ini keruh, berwarna, dan berbau. Kondisi itu membuat warga serta pelaku usaha mikro, terutama produsen kue tradisional khas Jambi, kesulitan memperoleh air yang memenuhi syarat higienis sanitasi.
Ketua Tim Pengmas Poltekkes Kemenkes Jambi, Bambang Ariyadi, menyebut ketersediaan air bersih menjadi kendala utama bagi warga dan pelaku usaha di wilayah tersebut. Pihaknya kemudian menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan terjangkau.
Kualitas air yang buruk berdampak langsung pada mutu produk pangan dan efisiensi produksi. Risiko kesehatan masyarakat juga meningkat karena air tidak memenuhi standar higienis sanitasi.
"Kondisi air yang tidak memenuhi syarat higienis sanitasi ini sangat memengaruhi mutu produk pangan, efisiensi produksi, hingga risiko kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kami menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan terjangkau," ujar Bambang Ariyadi.
Program intervensi kesehatan lingkungan ini melibatkan Bambang bersama anggota tim, Krisdiyanta. Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jambi turut dilibatkan, didukung Puskesmas dan petugas kesehatan lingkungan setempat.
Filter MBC dirancang menggunakan bahan lokal berupa pipa PVC 6 inci dan media penyaring pasir silika serta karbon aktif. Alat ini dilengkapi tabung klorinasi dan saluran backwash terintegrasi untuk mempermudah perawatan berkala.
Rangkaian kegiatan program mencakup tiga tahap:
Pengujian langsung menunjukkan hasil filtrasi mengubah air keruh dan berbau menjadi jernih serta layak pakai. Demonstrasi ini menjadi bukti awal bahwa teknologi Filter MBC dapat diterapkan pada skala rumah tangga maupun usaha mikro.
Ketua PMKM Emas Prima Indonesia Desa Tangkit Baru, Muhammad Saman, menyampaikan apresiasinya atas bantuan sarana filtrasi air tersebut. Warga menyambut hangat kegiatan yang berlangsung di desa mereka.
Bagi produsen kue tradisional khas Jambi di Tangkit Baru, ketersediaan air bersih menentukan kelangsungan produksi harian. Teknologi Filter MBC diharapkan mengurangi ketergantungan pada air gambut yang selama ini menjadi sumber bahan baku.