JAMBI — Antigua and Barbuda harus mengakhiri laga Concacaf Nations League melawan Anguilla dengan sembilan pemain setelah dua pemainnya diganjar kartu merah karena menarik rambut gimbal penyerang Aedan Scipio. Insiden langka itu terjadi di Sir Vivian Richards Stadium, memperpanjang catatan buruk Anguilla yang kini menempati peringkat 210 dunia.
Scipio, penyerang berusia 36 tahun, memang punya ciri khas yang sulit dilewatkan: rambut gimbalnya yang panjangnya mencapai mata kaki. Supaya tidak menyulitkan saat bergerak, ia mengikat rambutnya dengan band yang melingkari pinggang.
Scipio baru masuk dari bangku cadangan pada menit ke-69, saat Anguilla sudah tertinggal 5-0. Tiga menit berselang, ia langsung terlibat insiden yang mengubah jalannya pertandingan.
Keon Greene, pemain Antigua and Barbuda, menarik rambut gimbal Scipio dari belakang. Wasit tidak ragu memberikan kartu merah langsung. Antigua kehilangan satu pemain.
Insiden itu ternyata belum berhenti di situ.
Di masa tambahan waktu, giliran Shalon Knight yang melakukan hal serupa. Ia menarik rambut Scipio dari belakang hingga membuat penyerang Anguilla itu terjatuh. Wasit kembali mengeluarkan kartu merah.
Antigua and Barbuda pun harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain. Dua pemain keluar bukan karena pelanggaran keras, melainkan karena tindakan yang nyaris tidak pernah terlihat di sepak bola profesional.
Kekalahan 5-0 mempertegas posisi Anguilla di papan peringkat FIFA. Mereka berada di urutan 210 dari 211 negara anggota, dengan San Marino sebagai satu-satunya tim yang berada di bawah mereka.
Bagi Scipio, laga itu mungkin bukan penampilan terbaiknya. Tapi rambut gimbalnya berhasil membuat dua lawan diusir wasit. Sebuah kontribusi yang tidak akan tercatat di papan skor, namun mustahil dilupakan.