Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menilai gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat membutuhkan perbaikan menyeluruh. Kerusakan mencakup atap bocor, plafon robek, cat tembok pudar, hingga ruangan kotor. Perbaikan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar lebih.
SAROLANGUN — Peninjauan langsung ke gedung BLK Kabupaten Sarolangun dilakukan Wabup Gerry Trisatwika pada Kamis. Bangunan itu dinilai sudah tua karena dibangun sejak masa Sarolangun-Bangko (Sarko) sebelum pemekaran kabupaten.
Sejumlah konstruksi gedung mengalami kerusakan. Tempat pelatihan kerja bagi masyarakat itu dinilai kurang memadai untuk kondisi saat ini.
Gerry merinci sejumlah persoalan yang ditemui di lapangan. Mulai dari banyak atap yang bocor, plafon robek, cat tembok pudar, hingga kondisi ruangan yang kotor.
"Gedung BLK saat ini terlihat cukup memprihatikan, pasalnya bangunan gedung yang sudah tua yang dibangun masa Sarolangun-Bangko (Sarko) sebelum Pemekaran Kabupaten Sarolangun," kata Gerry.
Meski bangunan sudah tidak layak, pelatihan masih terus berjalan. Peralatan yang tersedia sebagian besar masih bisa digunakan.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan mendorong Disnakertrans mengusulkan perbaikan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Gerry menyebut dukungan APBD juga akan diupayakan.
"Mudah-mudahan nanti kita dengan dukungan dari APBD ataupun nanti dari usulan-usulan kita ke Kementerian itu kita bisa sama-sama mengusulkan untuk perbaikan gedung BLK ini," ujarnya.
Wabup meminta Disnakertrans Sarolangun segera menyiapkan proposal untuk diajukan ke kementerian. Kebutuhan anggaran perbaikan diperkirakan sekitar Rp 7 miliar lebih.
Di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan, peralatan pelatihan disebut masih dalam kondisi baik. Sebagian alat bahkan tergolong baru.
"Alat-alat Alhamdulillah sebagian besar masih berfungsi dengan baik dan ada yang masih baru," kata Gerry.
Kondisi gedung BLK yang sudah berusia puluhan tahun menjadi perhatian pemerintah daerah. Perbaikan menyeluruh diperlukan agar pelatihan kerja bagi masyarakat Sarolangun bisa berjalan lebih optimal.