MUARO JAMBI — BPBD Muaro Jambi mencatat 92 kejadian karhutla dengan total luasan terdampak 556,61 hektare hingga 13 September. Dari angka tersebut, 447 hektare berada di kawasan gambut dan 109,61 hektare di lahan mineral.
Sebaran kebakaran mencakup delapan kecamatan. Penambahan terbaru terjadi di Jaluko seluas 4 hektare dan Desa Sungai Aur seluas 30 hektare.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi Anari Hasiholan Sitorus menyatakan angka tersebut masih merupakan data sementara. Luasan maupun jumlah kejadian masih bisa berubah mengikuti hasil pendataan di lapangan.
"Data tersebut sudah termasuk penambahan kejadian di Jaluko 4 hektare dan Desa Sungai Aur seluas 30 hektare," kata Anari.
Menurutnya, sebaran karhutla yang sudah mencakup delapan kecamatan membuat penanganan harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi.
Pemantauan terhadap titik-titik karhutla terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Status karhutla di Muaro Jambi belum dicabut.
"Status Karhutla di Muaro Jambi masih Tanggap Darurat Bencana," tegasnya.
Anari menambahkan, perkembangan data karhutla akan terus diperbarui berdasarkan hasil penanganan dan pendataan terbaru.
"Data ini masih sementara. Perkembangan kondisi di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya," tandasnya.
Dominasi lahan gambut dalam total area terbakar menjadi tantangan tersendiri. Karhutla di kawasan gambut berpotensi menimbulkan asap tebal dan sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan.
BPBD Muaro Jambi belum merinci jumlah personel maupun peralatan yang dikerahkan. Informasi terkait penanganan lapangan akan disampaikan seiring pembaruan data.