JAMBI — Festival Danau Kerinci menjadi salah satu perayaan yang menyatukan panorama alam, tradisi masyarakat, seni pertunjukan, kuliner, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang. Bagi wisatawan yang ingin mengenal Kerinci bukan hanya sebagai kawasan pegunungan, melainkan juga sebagai tanah dengan adat dan sejarah yang kuat, festival ini menghadirkan pengalaman berbeda.
Perlu dicatat, penamaan kegiatan ini mengalami perkembangan dari Festival Danau Kerinci dan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci menjadi Festival Kerinci atau Festival Budaya Kerinci dalam sejumlah agenda terbaru. Karena itu, informasi jadwal dan lokasi sebaiknya diperiksa berdasarkan pengumuman penyelenggara terbaru agar perjalanan tidak salah waktu.
Di balik perubahan nama tersebut, semangatnya tetap sama: mempertemukan masyarakat, budaya, dan alam Kerinci dalam sebuah perayaan yang hidup melalui festival danau kerinci.
Festival yang dikelola dengan baik dapat menjadi lebih dari sekadar acara tahunan. Perhelatan budaya memberi kesempatan bagi pelaku UMKM, seniman, pengrajin, pelaku kuliner, fotografer, pemandu wisata, dan penyedia akomodasi untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Kerinci pada pelaksanaan Festival Kerinci 2023 juga menempatkan festival sebagai sarana promosi pariwisata dan kebudayaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 2–5 November dan telah masuk dalam kategori Karisma Event Nusantara.
Pada Festival Budaya Kerinci 2025, rangkaian acara bahkan menampilkan pawai budaya, prosesi adat, silat, tari, kuliner, pameran budaya, serta UMKM. Pola tersebut menunjukkan bahwa festival memiliki dua wajah sekaligus: panggung budaya dan penggerak ekonomi masyarakat.
Sejarah festival di kawasan Danau Kerinci tidak dapat dilepaskan dari usaha memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Kerinci kepada masyarakat luas. Arsip dan penelitian kebudayaan menunjukkan bahwa festival yang dikenal dengan nama Festival Danau Kerinci telah menjadi ruang promosi wisata sekaligus panggung bagi kesenian tradisional.
Salah satu penelitian IAIN Kerinci mencatat keberadaan Festival Danau Kerinci dalam sejarah pertunjukan Tari Ngagah Imau. Festival tersebut menjadi tempat tampilnya berbagai peninggalan sejarah dan atraksi budaya masyarakat Kerinci. Ee-Journal IAIN Kerinci
Pada perkembangannya, festival juga dikenal melalui nama Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci. Pada 2017, kegiatan tersebut telah mencapai penyelenggaraan ke-XVI dan dipusatkan di kawasan Danau Kerinci, Sanggaran Agung. Agenda yang ditampilkan mencakup tari massal, pawai budaya, lomba parno adat, serta berbagai pertunjukan seni budaya.
Perubahan nama dan format tidak menghapus akar acaranya. Danau Kerinci tetap menjadi simbol penting karena kawasan ini bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari ruang hidup masyarakat.
Informasi jadwal perlu menjadi perhatian utama karena terdapat lebih dari satu agenda budaya Kerinci sepanjang tahun 2026. Untuk 2026, kalender pariwisata nasional Indonesia Travel mencantumkan Festival Kerinci pada 3–6 November 2026 di Kabupaten Kerinci.
Agenda tersebut dipromosikan sebagai perayaan budaya tahunan yang menampilkan seni tradisional, Kenduri Sko, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, parade batik, kuliner, serta atraksi tradisional.
Namun, terdapat perkembangan agenda daerah yang perlu diperhatikan. Informasi terbaru dari media lokal yang mengutip Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci menyebut adanya Festival Budaya Kerinci Balik Ku Dahin 2 pada 22–25 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di Danau Kerinci.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa istilah festival Kerinci dapat merujuk pada rangkaian atau branding acara yang berbeda. Karena itu, wisatawan sebaiknya membedakan antara kalender Festival Kerinci yang tercantum dalam kalender event pariwisata nasional dengan agenda Festival Budaya Kerinci yang berpusat di Danau Kerinci.
Jadwal yang perlu dicatat
Jadwal tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai satu acara dengan satu lokasi yang sama. Pengumuman resmi pemerintah daerah atau Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci tetap menjadi rujukan terakhir sebelum keberangkatan.
Daya tarik utama kegiatan budaya Kerinci terletak pada kemampuannya menghubungkan pertunjukan modern dengan tradisi yang telah diwariskan lintas generasi. Kenduri Sko menjadi salah satu unsur budaya yang sangat penting. Dalam tradisi Kerinci, Kenduri Sko berkaitan dengan penghormatan terhadap pusaka, adat, dan hubungan masyarakat dengan nenek moyang serta struktur adat.
Festival Kerinci 2026 yang dipromosikan Indonesia Travel juga menempatkan Kenduri Sko sebagai salah satu daya tarik utama.
Ragam kegiatan yang layak dicari
Salah satu bukti kuat bahwa festival berfungsi sebagai ruang pewarisan budaya terlihat pada penelitian mengenai Tari Ngagah Imau. Tarian tersebut memiliki hubungan dengan kepercayaan masyarakat Kerinci terhadap harimau sebagai bagian penting dari kehidupan hutan dan alam.
Memilih lokasi menginap dan menyusun rute sejak awal akan membuat perjalanan festival jauh lebih nyaman. Danau Kerinci berada di kawasan Kabupaten Kerinci dan dikenal sebagai salah satu danau vulkanik besar di Sumatra.
Indonesia Travel mencatat ketinggiannya sekitar 783 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut dikelilingi perbukitan hijau dan memiliki pemandangan yang kuat terutama ketika cuaca cerah.
Bagi wisatawan dari luar Jambi, perjalanan menuju Kerinci membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan perjalanan menuju destinasi wisata yang berada di Kota Jambi. Karena itu, perjalanan sebaiknya tidak dibuat terlalu padat.
Rekomendasi pola perjalanan 3 hari
Hari pertama: perjalanan dan orientasi
Hari kedua: festival dan budaya
Hari ketiga: wisata alam dan pulang
Pola tersebut lebih nyaman daripada memaksakan seluruh objek wisata dalam satu hari.
Kawasan festival dapat dijadikan titik awal untuk mengenal lebih banyak destinasi di Kerinci. Danau Kerinci sendiri menawarkan aktivitas seperti menikmati panorama tepi danau, memancing, berperahu, serta melihat lanskap perbukitan. Kawasan sekitarnya juga terhubung dengan desa-desa tradisional dan sejumlah objek alam.
Beberapa pilihan yang dapat dimasukkan dalam perjalanan
Pengalaman festival akan jauh lebih baik jika persiapan dilakukan bukan hanya untuk acara, tetapi juga untuk kondisi geografis Kerinci.
Hal yang sebaiknya disiapkan
Yang paling penting, festival budaya bukan sekadar panggung untuk mengambil foto. Ada tradisi yang memiliki makna bagi masyarakat sehingga sikap menghargai adat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Nama Festival Danau Kerinci masih muncul dalam sejumlah sumber dan sejarah kegiatan. Namun, agenda terbaru menggunakan nama Festival Kerinci atau Festival Budaya Kerinci sehingga nama acara perlu diperiksa berdasarkan tahun penyelenggaraan.
Informasi daerah terbaru menyebut Festival Budaya Kerinci Balik Ku Dahin 2 berlangsung 22–25 Oktober 2026 dengan pusat kegiatan di Danau Kerinci. Sementara kalender Indonesia Travel mencantumkan Festival Kerinci pada 3–6 November 2026 di Kabupaten Kerinci.
Cocok, terutama bagi keluarga yang ingin mengenalkan budaya daerah kepada anak. Namun, jadwal pertunjukan, kepadatan pengunjung, dan karakter prosesi adat perlu diperhatikan.
Kalender Indonesia Travel mencantumkan Festival Kerinci 2026 dengan tiket gratis. Namun, kegiatan pendukung tertentu dapat memiliki ketentuan berbeda.
Danau Kerinci, kawasan Kayu Aro, desa tradisional, serta Danau Gunung Tujuh dapat menjadi pilihan untuk memperpanjang perjalanan.
Sebagai penutup, Kerinci terasa paling kuat ketika alam dan budayanya dilihat sebagai satu cerita. Festival hanyalah pintu masuk; selebihnya adalah perjalanan untuk mengenal tanah, masyarakat, dan ingatan yang tumbuh di sekeliling danau.
Bagi pencinta budaya dan perjalanan, festival danau kerinci layak ditempatkan dalam agenda perjalanan dengan jadwal yang telah diverifikasi terlebih dahulu.