86 Hektare Lahan Gambut di Tanjab Timur Hangus, Gubernur Jambi dan Pangdam TIB Turun ke Lokasi

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30:57 WIB
Gubernur Jambi dan Pangdam TIB meninjau lokasi kebakaran lahan gambut seluas 86 hektare di Tanjab Timur.

JAMBI — Saat peninjauan dilakukan, titik api aktif di lahan gambut tersebut sudah tidak terlihat. Namun, asap tipis masih mengepul dari sejumlah titik, menandakan bara di bawah permukaan masih menyala. Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dan pihak perusahaan WKS kini memprioritaskan pendinginan di seluruh area terdampak.

Pendinginan Bara Gambut Tak Bisa dengan Siraman Air Biasa

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa penanganan kebakaran di lahan gambut berbeda dengan lahan biasa. Api merambat di dalam lapisan gambut, sehingga meski permukaan terlihat basah, bara bisa kembali muncul saat kering.

“Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati. Tidak. Api terus menjalar. Bahkan ketika asapnya hilang, begitu kering bisa timbul lagi. Karena itu, proses pemadaman harus dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam,” ujarnya.

Water Intake dan Penyekatan Jadi Andalan

Untuk mempercepat pendinginan, tim tidak hanya menyiram permukaan lahan. Mereka membangun intake atau sarana pengambilan air di Sungai Batanghari agar pasokan air selama pemadaman tercukupi, sekaligus melakukan penyekatan pada titik yang berpotensi api menyebar.

“Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja, mulai dari menyekat titik api sampai membangun intake di Sungai Batanghari,” kata Al Haris.

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci

Dalam kunjungan itu turut hadir Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin serta Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Timur. Kehadiran pangdam dan gubernur di lokasi menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama semua pihak.

“Ini contoh kita kolaborasi, kebersamaan di lapangan. Kalau kita cuek saja, tidak bisa. Ini rasa memiliki kita punya, kebersamaan kita ada,” tegas Al Haris.

Berdasarkan data sementara, karhutla di kawasan tersebut meliputi Teluk Dawan, Londerang, Manis Mato, dan sekitarnya. Luas lahan yang terbakar mencapai 86 hektare. Proses pendinginan kini ditargetkan selesai secepatnya agar bara di dalam gambut tidak menyala kembali.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top