JAMBI — Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mendatangi Kantor PT PLN UP3 Banjarmasin atas instruksi langsung Wali Kota H. M. Yamin HR. Ichrom mengaku kedatangannya untuk menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat yang masuk ke pimpinan daerah.
"Atas instruksi Pak Wali Kota, saya menindaklanjuti banyaknya DM dan pesan WhatsApp yang diterima pimpinan. Banyak keluhan masyarakat atas pemadaman listrik ini," ujar Ichrom usai bertemu dengan Manager PLN UP3 Banjarmasin.
Dalam pertemuan tertutup itu, pihak PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat berkurangnya pasokan daya. Penyebabnya adalah gangguan dan pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik.
Sistem kelistrikan Kota Banjarmasin sendiri mendapat pasokan dari jaringan PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng). Artinya, gangguan di pembangkit mana pun di wilayah tersebut bisa langsung berdampak ke Banjarmasin.
Pemko Banjarmasin menilai masyarakat berhak mendapat pelayanan kelistrikan yang andal. Oleh karena itu, PLN diminta segera menuntaskan kendala teknis agar pemadaman berkepanjangan tidak terus berulang.
Selain percepatan penanganan, Ichrom menegaskan poin penting lain: keterbukaan informasi. "Kami juga meminta agar penyebab gangguan, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri. Itu pesan yang diminta Pak Wali Kota untuk kami sampaikan kepada PLN," tegasnya.
Menurut Ichrom, transparansi ini krusial agar warga bisa menyesuaikan aktivitas selama pemadaman. Terlebih, pelaku usaha di Banjarmasin juga ikut terganggu akibat pasokan listrik yang tidak menentu.
Pemko berharap PLN segera memperbaiki kondisi sistem kelistrikan. Dengan begitu, pemadaman bergilir tidak lagi menjadi keluhan berulang bagi masyarakat Banjarmasin yang sehari-hari bergantung pada pasokan listrik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PLN UP3 Banjarmasin mengenai jadwal pemulihan penuh pasokan listrik di kota tersebut.