Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Kerinci Saat Magrib, 30 Rumah Rusak dan Atap Warga Beterbangan

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 01:53:01 WIB
Atap rumah warga terlihat beterbangan saat angin puting beliung melanda Desa Tutung Bungkuk dan Desa Koto Rendah, Kecamatan Siulak, Kerinci, pada Senin (tanggal) sekitar pukul 18.30 WIB.

KERINCI — Kepanikan sempat melanda warga Desa Tutung Bungkuk dan Desa Koto Rendah, Kecamatan Siulak, saat angin puting beliung melanda kawasan tersebut bertepatan dengan waktu magrib. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB itu mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah penduduk dalam waktu singkat.

Rumah Rusak Tersebar di Dua Desa, Data Masih Diverifikasi

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kerinci, Awang Syujandi, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan petugas di lapangan, sebanyak 22 unit rumah di Desa Tutung Bungkuk dilaporkan rusak. Sementara itu, di Desa Koto Rendah, terdapat delapan rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin.

"Data sementara, rumah rusak di Desa Tutung Bungkuk sebanyak 22 rumah, sedangkan di Koto Rendah sebanyak delapan rumah. Ini data sementara," kata Awang.

Proses Pendataan Terkendala Waktu Kejadian

Awang menjelaskan, proses pendataan masih terus berlangsung dan belum dapat diselesaikan secara menyeluruh. Ia menyebutkan bahwa waktu kejadian yang bertepatan dengan salat magrib menjadi kendala utama bagi petugas untuk segera menjangkau seluruh lokasi terdampak.

"Puting beliung terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadiannya saat magrib sehingga belum seluruhnya terdata. Untuk saat ini baru 22 rumah di Desa Tutung Bungkuk dan delapan rumah di Koto Rendah," jelasnya.

Pihak BPBD masih membuka kemungkinan jumlah rumah terdampak akan bertambah setelah proses verifikasi dan pendataan di lapangan rampung dikerjakan.

Warga Rekam Momen Dahsyatnya Angin Puting Beliung

Video amatir yang beredar luas di kalangan masyarakat memperlihatkan betapa dahsyatnya terpaan angin saat itu. Dalam rekaman yang diambil warga menggunakan ponsel, tampak atap-atap rumah terlepas dan beterbangan diterpa angin kencang. Sejumlah pohon di sekitar permukiman juga dilaporkan tumbang, menambah kepanikan warga yang berada di lokasi.

Petugas BPBD bersama unsur terkait hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian. Mereka fokus melakukan pendataan dan memastikan kondisi terkini warga pascabencana tersebut.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top