TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Pendidikan memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP akan berjalan pada tahun anggaran 2026. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp6,2 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Berdasarkan data per 17 Juli 2026, jumlah sementara penerima bantuan mencapai 8.890 siswa. Rinciannya, 5.737 siswa kelas I SD dan 3.153 siswa kelas VII SMP. Jumlah ini masih terbuka kemungkinan bertambah seiring validasi data akhir.
Bantuan diberikan kepada siswa di sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Tanjab Barat. Paket seragam tidak hanya berupa pakaian utama, tetapi juga atribut lengkap seperti topi, ikat pinggang, dan dasi.
Jenis seragam yang disiapkan meliputi seragam merah putih untuk SD, putih biru untuk SMP, serta seragam Pramuka.
Ketua Komisi I DPRD Tanjab Barat, H. Assek, menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas barang yang akan dibagikan. Ia meminta agar setiap item seragam yang diterima siswa benar-benar layak pakai dan tidak mengecewakan.
“Kami mengingatkan agar anggaran sebesar ini menghasilkan seragam yang berkualitas dan benar-benar sesuai dengan nilai yang dianggarkan. Karena ini menyangkut kepentingan pendidikan anak-anak kita, itulah harapan besar kita semua,” ujar H. Assek.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pengadaan seragam di Dinas Pendidikan, Topan, menjelaskan bahwa proses pengadaan dilakukan secara e-purchasing melalui katalog elektronik. Metode ini dipilih untuk mempersingkat proses tender manual dan memudahkan pemilihan barang sesuai spesifikasi.
Pekerjaan pengadaan seragam ini dimenangkan oleh PT Bima Sakti, perusahaan yang berdomisili di Provinsi Jambi. Spesifikasi bahan yang digunakan adalah jenis amerika drill dan hotspot.
Topan menambahkan, penyaluran seragam direncanakan pada bulan Agustus 2026. “Bantuan ini khusus untuk siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP. Penyalurannya direncanakan pada bulan Agustus 2026 mendatang,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Bima Sakti belum dapat dimintai keterangan terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut. Belum ada tanggapan resmi mengenai kesiapan produksi dan distribusi seragam ke sekolah-sekolah di Tanjab Barat.