JAMBI — Aksi unjuk rasa itu digelar sejak pagi hari di depan kantor DPRD Provinsi Jambi. Massa menyuarakan enam poin tuntutan, dengan satu permintaan utama agar program MBG tetap dijalankan oleh pemerintah daerah.
Koordinator lapangan aksi, Arpah, menyampaikan langsung aspirasi warga kepada perwakilan DPRD yang menerima audiensi. Ia menegaskan bahwa penghentian program ini akan berdampak luas, tidak hanya bagi anak-anak sekolah.
“Kami akan terus mengawal komitmen DPRD terhadap aspirasi yang kami sampaikan hari ini. Yang jelas, MBG harus tetap dijalankan,” kata Arpah saat ditemui media di lokasi aksi.
Menurut Arpah, program MBG memiliki efek berganda. Selain memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi di sekolah, program ini juga membuka lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
“Anak-anak terbantu karena mendapatkan makanan bergizi di sekolah. Selain itu, program ini juga membuka lapangan pekerjaan dan membantu UMKM. Sangat disayangkan kalau program ini dihentikan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DPRD Provinsi Jambi mengenai tindak lanjut atas tuntutan warga. Aksi damai tersebut berlangsung tertib dan massa akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasinya.
Warga berharap DPRD dapat mengawal program MBG agar terus berlanjut, mengingat manfaatnya yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai kecamatan di Jambi.