Pemkot Jambi Tutup TPS Liar Sepanjang 70 Meter di Paal Merah, Gantikan dengan 8 Armada OPBM Jemput Sampah ke Rumah

Penulis: Tengku Syafri  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 22:47:01 WIB
Wali Kota Jambi resmi menutup TPS liar sepanjang 70 meter di Paal Merah dan menggantinya dengan layanan jemput sampah OPBM.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, mengatakan penutupan TPS Kebun Sayur sudah melalui kesepakatan bersama warga, RT, lurah, dan camat setempat. Selama ini, tumpukan sampah di TPS liar kerap berserakan hingga ke tengah jalan dan menimbulkan bau tak sedap.

"Disini ada TPS liar yang cukup panjang, sekitar 70 meter yang kadang kala sampahnya berserakan hingga ketengah jalan. Kita lakukan perubahan dan akan dilaksanakan edukasi kepada masyarakat yang sudah dipersiapkan," kata Maulana dalam keterangannya.

Delapan unit armada OPBM yang diluncurkan berasal dari program Kampung Bahagia. Operasionalnya diperkuat dengan satu unit Germo (gerobak motor) dari Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK), serta tiga unit Germo dan satu mobil pick-up dari swadaya masyarakat setempat.

Mekanisme Baru: Warga Dilarang Buang ke TPS Manapun

Maulana menegaskan, dengan berjalannya program OPBM, masyarakat tidak diperkenankan lagi membuang sampah di TPS mana pun. Petugas akan menjemput sampah dari rumah ke rumah, lalu mengantarkannya ke Depo Transfer Pasir Putih sebelum akhirnya dibuang ke TPA Talang Gulo.

"Saat Program OPBM berjalan, masyarakat tidak diperkenankan lagi membuang sampah di TPS manapun, sampahnya akan dijemput oleh operator kerumah masing-masing," jelasnya.

Wali Kota menambahkan, setelah cakupan OPBM mencapai 100 persen, Pemkot Jambi akan melanjutkan program pemilahan sampah dari rumah tangga. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk sirkuler ekonomi, seperti biaya perawatan Germo dan upah operator, sehingga warga tidak perlu lagi membayar retribusi pengambilan sampah.

Warga UMKM Kuliner: Bau Tak Sedap Kini Hilang

Penutupan TPS liar disambut baik oleh masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner. Nanik (39), warga setempat, mengaku selama ini terganggu oleh bau sampah yang mengurangi kenyamanan pelanggannya.

"Saya menyambut baik dengan adanya penutupan TPS tersebut, karna bau yang tidak sedap menganggu kami sebagai pelaku UMKM dibidang kuliner dan beberapa pelanggan memang merasa terganggu akan hal tersebut," ujarnya.

Kegiatan peluncuran armada OPBM dan penutupan TPS turut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Jambi Momon Sukmana Fitra, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Jambi Wildan Murtadho Al Idrus. Pemkot Jambi menargetkan transformasi persampahan berbasis OPBM dapat mengurangi titik-titik TPS liar dan menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: jambikota.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top