JAMBI — Persaingan ponsel flagship Android di Indonesia memasuki fase baru pada pertengahan 2026. Empat merek besar—Samsung, Xiaomi, Vivo, dan Oppo—telah menjual varian "Ultra" mereka secara resmi di Tanah Air. Keempat ponsel ini sama-sama mengusung chipset terkini, kamera dengan sensor besar, dan fitur kecerdasan buatan (AI), namun masing-masing memiliki fokus yang berbeda.
Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi yang pertama meluncur di Indonesia pada pertengahan Maret 2026, setelah debut globalnya di Februari 2026. Harga resmi ponsel ini dibanderol mulai dari Rp 19 jutaan. Tiga pesaing lainnya—Xiaomi 17 Ultra, Vivo X300 Ultra, dan Oppo Find X9 Ultra—juga dijual di kisaran harga yang sama, membuat segmen ini semakin kompetitif.
Samsung menjadi satu-satunya pemain yang masih menyertakan stylus S Pen bawaan di bodi ponsel. Galaxy S26 Ultra hadir dengan desain lebih membulat dibanding pendahulunya, menggunakan material aluminium yang membuat bobotnya tetap 214 gram meski membawa layar 6,9 inci. Layar Dynamic AMOLED 2X QHD Plus-nya memiliki refresh rate adaptif 1-120 Hz dan kecerahan puncak 2.600 nits.
Fitur unik yang hanya ada di ponsel ini adalah Privacy Display bawaan, yang membuat layar sulit diintip dari samping—mirip tempered glass anti-intip tetapi terintegrasi langsung di panel. Di sektor fotografi, kamera utama 200 MP didukung aperture f/1.4 untuk menangkap lebih banyak cahaya, serta kombinasi telefoto 50 MP (zoom optis 5x) dan 10 MP (zoom optis 3x).
Performa ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Samsung juga menjanjikan pembaruan sistem operasi Android hingga 7 tahun, terlama di antara keempat pesaing. Fitur Galaxy AI yang sudah matang mencakup Call Screening, Now Brief, Now Nudge, serta integrasi dengan Gemini, Perplexity AI, dan Bixby terbaru.
Xiaomi 17 Ultra membawa pendekatan berbeda dengan menonjolkan kemampuan kamera untuk kebutuhan konten kreator. Ponsel ini mengandalkan sensor utama beresolusi tinggi yang dikembangkan bersama Leica, dengan dukungan perekaman video 8K pada frame rate tinggi. Sistem kamera belakangnya terdiri dari empat lensa yang mencakup rentang focal length dari ultrawide hingga telefoto periskop.
Baterai berkapasitas besar dan dukungan pengisian cepat kabel 120W menjadi daya tarik lain bagi pengguna yang mobile. Xiaomi juga menyematkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk memastikan performa gaming dan multitasking yang setara dengan kompetitor.
Vivo X300 Ultra mengincar pengguna yang mengutamakan kemampuan zoom dan fotografi potret. Ponsel ini membawa lensa telefoto periskop dengan kemampuan zoom optis hingga 10x, serta zoom hibrida yang diklaim mencapai 100x. Sensor kamera utama menggunakan teknologi gimbal untuk stabilisasi yang lebih baik saat merekam video.
Kemitraan Vivo dengan ZEISS kembali hadir dengan coating lensa khusus untuk mengurangi flare dan ghosting. Untuk fotografi potret, Vivo mengandalkan kamera telefoto khusus dengan panjang fokus setara 50mm yang dioptimalkan untuk hasil gambar dengan bokeh alami.
Oppo Find X9 Ultra diposisikan sebagai ponsel serbaguna yang menyeimbangkan kemampuan fotografi dengan fitur produktivitas. Ponsel ini membawa kamera utama dengan sensor Sony LYT-900 1 inci, ultrawide, dan telefoto periskop yang semuanya mendukung perekaman video Dolby Vision HDR.
Oppo juga menyematkan fitur AI yang terintegrasi dengan ColorOS untuk membantu produktivitas, seperti transkripsi rapat otomatis, penghapus objek berbasis AI, dan penerjemah real-time. Baterai 5.500 mAh dengan pengisian cepat 100W menjadi andalan untuk penggunaan seharian penuh.
Keempat ponsel Ultra ini sama-sama menawarkan spesifikasi kelas atas dengan harga yang berdekatan. Samsung Galaxy S26 Ultra cocok untuk pengguna yang menginginkan paket lengkap dengan S Pen dan dukungan software terlama. Xiaomi 17 Ultra dan Vivo X300 Ultra lebih cocok bagi penggemar fotografi dan videografi, dengan Vivo unggul di zoom ekstrem. Oppo Find X9 Ultra menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan keseimbangan antara kamera dan fitur produktivitas AI.