JAMBI — Kurzawa mengumumkan perpisahan ini melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (2/6/2026). Kepergiannya menandai berakhirnya kontrak singkat bersama Maung Bandung yang hanya berlangsung sekitar lima bulan.
Didatangkan dengan status bintang Eropa, ekspektasi Bobotoh terhadap Kurzawa sangat tinggi. Namun, masalah kebugaran menjadi momok utama. Bek kiri asal Prancis itu lebih sering menjalani perawatan medis daripada berlatih atau bertanding.
Dari total sembilan laga yang ia mainkan, tujuh di antaranya terjadi di Liga Super Indonesia. Dua sisanya di AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2025-2026. Kontribusinya di lapangan dinilai belum maksimal.
Meski perjalanannya di Bandung singkat, Kurzawa mengaku memiliki kesan mendalam. Dalam unggahan perpisahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada klub, rekan setim, dan Bobotoh yang menyambutnya hangat sejak hari pertama.
"Terima kasih untuk semua dukungan yang luar biasa," tulis Kurzawa dalam pesannya, seperti dikutip dari unggahan media sosialnya.
Sebelum memperkuat Persib, nama Kurzawa sudah malang melintang di sepak bola Eropa. Ia pernah membela PSG selama lima musim, mengoleksi berbagai gelar domestik Prancis. Kariernya juga sempat bersinar bersama AS Monaco di awal karier profesionalnya.
Cedera yang terus menghantuinya membuat performa sang pemain menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Kepindahannya ke Persib Bandung sempat dianggap sebagai proyek ambisius klub untuk mendatangkan nama besar, namun hasilnya belum sesuai harapan.
Dengan kepergian Kurzawa, Persib Bandung dipastikan akan mencari pengganti di pos bek kiri. Manajemen klub belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana transfer berikutnya. Bursa transfer paruh musim dapat menjadi momen untuk merekrut pemain anyar yang lebih fit dan siap bersaing.
Kepergian Kurzawa sekaligus menutup salah satu babak menarik dalam sejarah rekrutan asing Liga Indonesia. Klub berani mendatangkan pemain yang pernah bermain di level tertinggi Eropa, meski hasilnya belum maksimal.