JAMBI — Fenomena ini bukan tanpa alasan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang mengubah kebiasaan pelanggan dalam menggunakan listrik.
Menurut PLN, suhu udara yang panas mendorong masyarakat menyalakan AC atau kipas angin lebih lama dari biasanya. Di sisi lain, banyak keluarga yang masih menjalankan aktivitas dari rumah, baik untuk bekerja maupun sekolah, sehingga perangkat elektronik seperti komputer, televisi, dan lampu menyala hampir sepanjang hari.
“Kami melihat adanya peningkatan konsumsi listrik rata-rata 10-15 persen pada segmen rumah tangga. Ini wajar terjadi ketika cuaca panas dan mobilitas masyarakat masih terbatas,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Kamis (10/10).
Kenaikan pemakaian daya ini langsung terlihat pada tagihan bulanan. Pelanggan yang sebelumnya membayar kisaran Rp 200 ribu per bulan, kini harus merogoh kocek lebih dalam hingga Rp 300-400 ribu. PLN memastikan tidak ada perubahan tarif dasar listrik, sehingga lonjakan tagihan murni akibat volume pemakaian yang bertambah.
PLN juga mengimbau pelanggan untuk lebih bijak menggunakan listrik. Beberapa langkah sederhana seperti mengatur suhu AC di 24-25 derajat Celcius, mematikan perangkat yang tidak terpakai, dan menggunakan lampu LED bisa membantu menekan konsumsi.
Untuk mengantisipasi lonjakan beban puncak, PLN menyiagakan pasokan listrik tambahan di sejumlah wilayah. Perusahaan juga mengaktifkan posko pengaduan bagi pelanggan yang merasa tagihannya tidak wajar.
“Kami buka layanan pengaduan 24 jam. Jika ada pelanggan yang ragu dengan rincian tagihan, bisa langsung menghubungi call center atau datang ke kantor PLN terdekat,” tambah Darmawan.
PLN menegaskan, sistem pencatatan meter sudah berjalan akurat secara digital. Namun, jika ditemukan kesalahan, perusahaan berjanji akan melakukan koreksi dan pengembalian dana jika diperlukan.
Fenomena kenaikan tagihan ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga langsung ke dompet masyarakat. PLN berharap pelanggan dapat lebih adaptif dalam mengelola pemakaian listrik di tengah cuaca yang tak menentu.