JAMBI — Netanyahu menjadwalkan pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Eyal Zamir, serta para komandan militer yang bertanggung jawab atas sektor utara. Langkah ini diambil setelah militer Israel dikejutkan oleh skala serangan roket dan perubahan taktik Hizbullah sebagai respons atas perluasan operasi darat Israel di Lebanon selatan.
Puluhan roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel utara pada Sabtu pekan lalu. Untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata berlaku, proyektil berhasil mencapai kota Safed dan Nahariya.
Radio Angkatan Darat Israel mencatat sirene serangan udara telah berbunyi sebanyak 1.099 kali di wilayah utara selama periode gencatan senjata yang rapuh tersebut. Laporan media setempat menggambarkan situasi di kawasan itu sebagai “kekacauan total dan di luar kendali,” serta mengkritik pemerintah yang dinilai tidak cukup serius menangani eskalasi ini.
Hezbollah mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak yang menargetkan tentara Israel di dekat pemukiman Natua dan pangkalan militer Hutan Galilea. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan drone kelompok tersebut menjadi perhatian serius di kalangan pejabat Israel.
Netanyahu menyebut ancaman drone ini sebagai “ancaman besar” karena sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel. Kekhawatiran itu mendorong percepatan pengembangan teknologi anti-drone, meskipun hingga kini efektivitasnya masih dipertanyakan.
Perjanjian gencatan senjata sebenarnya telah diperpanjang selama 45 hari mulai 17 Mei setelah negosiasi tidak langsung yang dimediasi Amerika Serikat. Namun, Israel tetap melanjutkan serangan udara dan operasi militer di Lebanon.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sejak 2 Maret serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.371 orang di Lebanon. Angka ini mempertegas bahwa gencatan senjata hanya bertahan di atas kertas, sementara di lapangan pertempuran terus berlangsung tanpa jeda berarti.
Eskalasi di perbatasan utara Israel memicu kekhawatiran akan terbukanya front baru di kawasan lain. Para analis militer memperingatkan bahwa kegagalan menahan serangan roket dan drone Hizbullah dapat mendorong kelompok lain untuk ikut menyerang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kantor Netanyahu mengenai langkah konkret yang akan diambil setelah pertemuan darurat. Yang jelas, sirene yang terus meraung di kota-kota utara Israel menjadi alarm bahwa gencatan senjata yang ada kini berada di ujung tanduk.