Google Geser Produksi Ponsel Kelas Atas ke Vietnam, Ini Alasannya

Google bersiap mengembangkan smartphone kelas atas di Vietnam mulai 2026.
Penulis: Redaksi
Rabu, 14 Januari 2026 | 02:07:24 WIB

Hanoi — Perusahaan teknologi raksasa Google dikabarkan akan mulai mengembangkan dan memproduksi smartphone kelas atas di Vietnam pada 2026. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Nikkei Asia, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Menurut laporan Nikkei Asia, Google akan memulai tahap new product introduction (NPI) untuk lini ponsel premiumnya di Vietnam. Produk yang masuk dalam tahap tersebut meliputi seri Pixel, Pixel Pro, dan Pixel Fold.

Tahap NPI merupakan proses krusial dalam pengembangan perangkat elektronik, mencakup persiapan manufaktur, pengujian, serta penyempurnaan produk sebelum memasuki tahap produksi massal. Langkah ini menandai keterlibatan Vietnam sejak fase awal pengembangan smartphone kelas atas Google.

Sementara itu, pengembangan seri Pixel kelas menengah, yakni Pixel A, dilaporkan masih akan tetap dilakukan di China untuk sementara waktu. Hal tersebut menunjukkan Google belum sepenuhnya memindahkan seluruh rantai produksinya ke luar China.

Google sejatinya telah memiliki jaringan pemasok yang cukup kuat di Vietnam. Sejumlah produk Google, termasuk smartphone Pixel, saat ini telah dirakit di negara tersebut. Selain itu, sebagian proses verifikasi produksi juga disebut telah dilakukan di Vietnam, sehingga rencana pengembangan dari tahap awal dinilai realistis.

Namun demikian, laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh Reuters. Hingga berita ini diturunkan, Google juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait kabar tersebut.

Jika terealisasi, langkah ini diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Vietnam sebagai salah satu pusat manufaktur elektronik global. Di sisi lain, kebijakan tersebut mencerminkan strategi Google dalam mendiversifikasi rantai pasok di tengah dinamika geopolitik serta perubahan lanskap industri teknologi global.

Reporter: Redaksi